Suara.com - Meksiko boleh saja tersingkir dari Belanda di babak 16 besar. Namun pada pertandingan di Estadio Castelao, Fortaleza, Minggu (29/6/2014) malam WIB, Man of the Match diraih oleh kiper Meksiko Guillermo Ochoa.
Meksiko yang sempat unggul lebih dulu lewat gol Giovani Dos Santos, akhirnya menyerah 1-2 dari Belanda. Dua gol Belanda dicetak oleh Wesley Sneijder dan Klaas-Jan Huntelaar menjelang akhir laga pertandingan.
Namun, FIFA telah memilih Ochoa sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Kiper Meksiko ini memang tampil apik dengan melakukan beberapa penyelamatan gemilang dalam pertandingan tersebut.
Penjaga gawang berusia 28 tahun ini sukses menggagalkan usaha Stefan de Vrij dan Arjen Robben. Meski demikian, Ochoa pun gagal menyelamatkan gawangnya dari serangan gencar yang terus dilakukan Belanda.
Ini adalah kedua kalinya Ochoa terpilih sebagai Man of the Match dalam pertandingan di Piala Dunia 2014 ini. Sebelumnya, dia juga didampuk sebagai pemain terbaik saat Meksiko menahan tuan rumah Brasil tanpa gol di fase grup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan