Suara.com - Guna menarik minat masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, sebuah TPS di Pamekasan, Jawa Timur, tampil beda. Petugas penyelenggara pemilu, tepatnya di TPS 1 Desa Tentenan Timur, mengambil tema Piala Dunia.
Meja pendaftaran dan perlengkapan lainnya dihias dengan bendera negara peserta Piala Dunia. Tidak ketinggalan, para petugas di TPS tersebut juga menggunakan jersey bola. Tidak terkecuali saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Kami sengaja menggunakan kostum klub sepak bola peserta piala dunia ini, sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih di TPS ini," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 1 Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Syaifullah, Rabu (9/7/2014).
Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan selama ini memang dikenal sebagai kampung piala dunia. Setiap gelaran piala dunia berlangsung, rumah-rumah warga di desa tersebut dihias dengan benda negara klub sepak bola peserta piala dunia.
"Makanya, saat pemilu kami berupaya menarik minat warga untuk datang ke TPS ini dengan berpakaian seragam klub sepak bola peserta piala dunia," kata Syaifullah menjelaskan.
Selain mengenakan jersey bola, Syaifullah dan rekan-rekannya juga melakukan upaya lainnya dalam menarik minat warga. Yaitu dengan mengadakan Sosialisasi kepada warga saat nonton bareng pertandingan Piala Dunia.
Menurut anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Larangan, Sunairi, di Kecamatan Larangan ada dua TPS unit yang digelar oleh panitia penyelenggara pemilu di tingkat TPS, yakni di TPS 1 Desa Tentenan Timur dan TPS 21 Desa Blumbungan.
"Kalau di TPS 21 Desa Blumbungan itu, semua petugasnya berpakaian adat Madura atau yang dikenal pakaian Sakera," kata Sunairi.
Tujuannya juga sama, yakni untuk menarik minat pemilih agar datang ke TPS itu untuk menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme warga memang terlihat tinggi di dua TPS tersebut.
Pemilu presiden 9 Juli 2014 di Pamekasan digelar di 1.645 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 189 desa/kelurahan di 13 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 680.831 orang.
Pilpres di Pamekasan ini diamankan sebanyak 600 personel gabungan dari unsur kepolisian dan Kodim 0826 Pamekasan dibantu Satpol PP, Linmas dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkab Pamekasan.
Jumlah penyelenggara pemilu yang dilibatkan dalam pesta demokrasi kali ini sebanyak 12.152 orang. Meliputi 11.515 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 567 panitia pemungutan suara (PPS), 65 orang anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan lima orang anggota KPU.
Adapun jumlah pengawas yang diterjumkan sebanyak 417 orang. Meliputi 372 orang panitia pengawas lapangan (PPL) dan pengawas relawan, 42 orang anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) dan sebanyak tiga orang anggota panitia pengawas pemilu (panwaslu).
Pemilu Presiden 9 Juli 2014 ini diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, yakni pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut 1 dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut 2. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dipatok Rp2,75 Juta/Gram
-
Siswa di Bengkalis Belajar dari Rumah Imbas Udara Tak Sehat Akibat Karhutla
-
Review Drama Guilty The AI Said, Ketika Algoritma Menggeser Empati Keadilan
-
Menikmati Karya Sang Buddha dari Hamparan Sawah Semarang
-
Bocah SD Temukan Jasad Bayi Ber-ari-ari di Aliran Sungai Bandar Lampung
-
Banyak Bus Tak Laik Jalan Masih Beroperasi, Jangan Asal Naik
-
Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi
-
Salat Istisqa untuk Minta Hujan Boleh Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan dan Tata Caranya
-
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz