News / Nasional
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto akan ke NTT untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa di Pulau Flores. [BPMI Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Pemerintah melanjutkan penanganan gempa NTT bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung kondisi pengungsi dan korban di Pulau Flores pada 26 Agustus 2026.
  • Bencana gempa tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka, serta jatuhnya berbagai bantuan logistik.

Suara.com - Pemerintah menegaskan penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak akan berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemulihan akan dilanjutkan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur, fasilitas, serta kehidupan masyarakat terdampak.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa di Pulau Flores, pada Rabu (26/8/2026),

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Pras kepada wartawan.

Kunjungan Prabowo, kata Pras, menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana berjalan sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” katanya.

Menurut Pras, presiden sejak hari pertama bencana telah memerintahkan agar bantuan disalurkan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh wilayah terdampak.

Sejak 15 hingga 24 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta berbagai bantuan lain berupa obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit lapangan.

Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana.

"KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Pras.

Baca Juga: Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Hingga kini, sebanyak 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif di RSUD Ruteng.

Petugas kesehatan bersiap memindahkan warga terdampak gempa bumi yang sakit dari lokasi pengungsian Gelora Samador ke RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.

Korban Tewas 103 Orang

Di tengah upaya penanganan yang masih berlangsung, jumlah korban meninggal akibat gempa di NTT telah mencapai 103 orang.

BNPB mencatat korban meninggal tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende tiga orang, dan Manggarai Barat satu orang.

Jumlah korban luka juga mencapai 1.666 orang. Data tersebut masih terus diperbarui seiring masuknya laporan dari wilayah terdampak.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA.

Presiden Prabowo kini dijadwalkan turun langsung ke NTT untuk memastikan penanganan bencana berjalan hingga tahap pemulihan masyarakat.

Load More