Suara.com - Jerman dan Argentina harus melakoni babak tambahan setelah gagal mencetak gol di 2x45 menit. Kedua tim yang bertukar serangan sejak awal, bergantian menebar ancaman. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, kedua kubu belum mampu mengubah skor kacamata.
Melakoni laga "hidup mati" di Maracana, Jerman langsung menekan sejak peluit kick-off dibunyikan. Alhasil, memasuki menit ke-3 Jerman mendapat peluang pertamanya lewat tendangan bebas setelah Mueller dijatuhkan Rojo.
Namun, eksekusi yang dilepaskan Kroos nyaris menjadi bumerang setelah bola membentur pagar betis. Lavezzi yang menyambut bola menyodorkannya kepada Higuain yang menusuk dari sisi kanan. Dari sudut sempit, pemain Napoli tersebut melepaskan tendangan ke depan gawang Neuer. Sayang, tidak ada pemain Argentina yang menyambutnya.
Di menit ke-8, Argentina kembali mengancam dari sayap kanan. Lolos dari kawalan dua punggawa Der Panzer, Messi melepas umpan silang dari dalam kotak penalti namun bola berhasil diblok oleh Schweinsteiger.
Memasuki menit ke 20, gawang Der Panzer kembali terancam. Berawal dari blunder Kroos yang menyundul bola ke arah pertahanan dari tengah lapangan, Higuain yang tidak terkawal mendapat peluang emas. Namun mantan punggawa Real Madrid tersebut gagal memanfaatkan peluang setelah bola hasil sepakannya melebar di sisi kanan gawang Neuer.
Jerman yang kembali mencoba menekan berhasil memicu kemelut di depan gawang tim Tango. Mendapat ruang tembak, Klose gagal meraih bola akibat kawalan ketat yang diberikan Garay.
Di menit 29, menyambut umpan silang Lavezzi, Higuain berhasil menjebol gawang Neuer. Namun gol tersebut dianulir wasit karena Higuain dianggap berada dalam posisi offside.
Kramer yang masuk line up menggantikan Khedira jelang pertandingan dimulai tidak bisa melanjutkan pertandingan akibat cedera. Di menit 32, Kramer digantikan oleh Andre Schurrle.
Lima menit berselang Jerman nyaris mengubah kedudukan. Mendapat umpan silang sempurna, Schurrle yang baru lima menit bermain menyambut bola dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Beruntung bagi tim Tango, bola masih mampu dibendung Romero.
Di menit 43 Romero kembali menjadi tembok kokoh bagi upaya Der Panzer. Kiper utama Albiceleste tersebut berhasil membaca arah bola yang dilepaskan Kroos dari luar kotak penalti.
Jelang turun minum, giliran Hoewedes yang berpeluang. Namun sayang, kali ini, bola hasil tandukkan Hoewedes masih membentur tiang gawang. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Untuk menambah ketajaman di lini depan, pelatih Argentina Alejandro Sabella melakukan pergantian pemain di awal babak kedua. Lavezzi ditarik keluar dan digantikan dengan Sergio Aguero.
Belum dua menit bola bergulir di babak kedua, Messi mendapat peluang. Namun, punggawa Barcelona gagal mengkonversikannya menjadi gol setelah bola melebar tipis dari sisi kiri gawang Neuer.
Jerman berbalik mengancam di menit 59. Menyambut umpan silang Lahm, Klose yang dikawal ketat pemain belakang Argentina berhasil menanduk bola dengan sempurna. Namun tandukkan terlalu lemah sehingga dengan mudah diamankan Romero.
Selepas pertengahan babak kedua, Der Panzer terus menekan pertahanan tim Tango. Sejumlah peluang pun tercipta, diantaranya di menit 79 dan 81.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelang Piala Dunia 2026, Zion Suzuki Ingin Kembali ke Timnas Jepang Tapi...
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Bikin Kantong Jebol, Gianni Infantino: Wajarlah Ini Amerika!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026