Suara.com - Selasa (26/8/2014) dini hari WIB, Manchester City akan kembali menjamu salah satu rivalnya di Liga Premier, Liverpool. Laga tersebut tidak hanya menjadi laga big match perdana di Liga Premier musim ini, akan tetapi juga persaingan sarat gengsi antara dua manajer papan atas.
Manuel Pellegrini mungkin pendatang baru di Liga Premier. Ditunjuk menggantikan Roberto Mancini di awal musim 2013/14, kata-kata pertama yang dilontarkan manajer asal Cile tidak akan pernah terlupakan.
"Salah satu alasan saya berada di sini adalah untuk mengubah cara kami (City) bermain. Fans Manchester City akan melihat permainan yang berbeda dari musim-musim sebelumnya," kata Pellegrini di konferensi pers pertamanya sebagai manajer The Citizens.
Ucapan Pellegrini ternyata tidak main-main. Musim lalu City tampil atraktif dan bahkan Pellegrini berhasil meraih dua trofi di musim pertamanya, Piala Liga dan Liga Premier.
Musim lalu, di bawah kepemimpinan Pellegrini City mengakhiri klasemen dengan 86 poin hasil dari 27 kemenangan, lima imbang dan enam kali kalah. Satu kemenangan dan satu kekalahan tersebut, diantaranya dibukukan City saat menghadapi Liverpool.
Di pertemuan pertamanya dengan Liverpool musim lalu, Pellegrini berhasil mengubah catatan Mancini yang hanya meraih dua hasil imbang di musim 2012/13. Menghadapi The Reds pertama kali, Pellegrini sukses meraih tiga poin di Etihad Stadium dengan skor 2-1.
Namun dipertemuan keduanya dengan The Reds di Anfield, City yang mendominasi jalannya laga harus pulang dengan tangan kosong setelah skuat Pellegrini ditumbangkan 3-2.
Seperti halnya musim lalu, formasi 4-2-3-1 tampaknya masih menjadi andalan Pellegrini musim ini. Mengandalkan wajah-wajah lama di lini depan, Pellegrini tetap optimistis akan ketajaman Dzeko dan Aguero.
Sementara bagi manajer Liverpool Brendan Rodgers, kemampuan Pellegrini dalam meramu formasi dan meracik strategi harus diacungi jempol. Mengambil alih kepemimpinan di Anfield sejak tahun 2012, Rodgers telah empat kali menghadapi City di Liga Premier.
Di tahun pertamanya, Rodgers hanya meraih hasil imbang di laga tandang kandang kontra The Citizens. Sementara musim lalu, saat City dipimpin Pellegrini, Rodgers harus puas berbagi satu kemenangan dari dua pertemuan.
Sama seperti Pellegrini, formasi 4-2-3-1 menjadi andalan Rodgers dalam mewujudkan filosofi permainan menyerang The Reds. Namun musim ini, tanpa Luis Suarez, penerapan formasi tersebut menemui kendala.
Hal itu bisa dilihat di laga perdana The Reds kontra Southampton. Dalam laga itu, trisula Liverpool di lini depan tidak lagi "mematikan" seperti halnya musim lalu.
Sama dalam hal formasi, keduanya bagaikan langit dan bumi dalam hal prestasi. Tidak seperti Pellegrini yang berhasil mempersembahkan dua gelar di musim pertamanya, Rodgers yang telah membesut The Reds selama dua musim belum mampu mempersembahkan gelar apapun. Jadi, strategi siapakah yang lebih unggul dalam big match kali ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain
-
Berpotensi Meroket, Ini Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Kalahkan Bulgaria
-
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria, Erick Thohir Sampaikan Wejangan
-
Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Punya 3 Fakta Menarik!
-
Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri, MLSC Sabet Penghargaan PSSI Awards
-
Wajib Main, Jens Raven Ternyata Punya Statistik Lumayan Bagus!
-
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra di Final FIFA Series 2026, Apa Pertimbangannya?
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sembilan Laga Terakhir BRI Super League, Andrew Jung Siap Antar Persib Juara
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria