Suara.com - Untuk pertama kalinya sejak tahun 1981, Nigeria mengalami kekalahan di laga kandang. Menghadapi Kongo di babak kualifikasi Piala Afrika, Nigeria dipaksa menyerah 3-2.
Kekalahan atas Kongo merupakan kekalahan pertama Nigeria di laga kandang sejak 33 tahun silam. Sebelumnya, Nigeria mengalami kekalahan kandang di tahun 1981 saat menghadapi Aljazair. Dalam pertandingan di Lagos tersebut, Nigeria ditumbangkan Aljazair dengan skor 2-0.
Selain kekalahan pertama dalam 33 tahun, kekalahan atas Kongo juga menjadi kekalahan pertama Nigeria di laga kandang kualifikasi Piala Afrika.
Dalam pertandingan tersebut, Nigeria membuka keunggulan lebih dulu lewat tandukkan Efe Ambrose di menit 13 sebelum akhirnya Prince Oniangue kembali menyamakan kedudukan.
Thievy Bifouma berhasil membalikkan keadaan menjadi 1-2 untuk Kongo di menit 40. Pemain yang pernah berseragam West Bromwich Albion tersebut berhasil memperbesar keunggulan tim tamu lewat eksekusi penalti di menit 54.
Memasuki menit 86, Nigeria berhasil memperpendek jarak lewat aksi Gbolahan Salami. (Reuters)
Berita Terkait
-
Takut Pemainnya Cari Suaka Politik, Negara Ini 7 Tahun Tak Main hingga Tak Masuk Ranking FIFA
-
CAS Konfirmasi Banding Senegal atas Pencabutan Gelar Piala Afrika 2025
-
Kontroversi Besar Piala Afrika 2025: Aturan Ini yang Dilanggar Senegal hingga Gelar Juara Dicabut
-
Sadio Mane Sindir CAF! Pemain Senegal Ngamuk Setelah Gelar Piala Afrika 2025 Dicabut
-
Alasan CAF Cabut Gelar Senegal dan Tetapkan Maroko Juara Piala Afrika 2025
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren
-
Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih
-
Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
-
Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim