Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri secara resmi telah melaporkan hasil evaluasi skuatnya di Piala Asia U-19. Kini Indra menunggu keputusan dari BTN mengenai masa depannya.
Indra secara resmi telah melaporkan hasil evaluasi anak asuhnya selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan Piala Asia U-19 di Yangon, Myanmar kepada Badan Tim Nasional (BTN).
Timnas Garuda Jaya pada kejuaraan bergengsi ini ternyata tidak bisa berbuat banyak meski persiapan yang dilakukan cukup lama. Evan Dimas dan kawan-kawan ditargetkan lolos ke semifinal justru tidak mampu lolos dari fase grup.
"Pada pertemuan tadi dibicarakan banyak hal termasuk kekurangan timnas saat turun di Piala Asia lalu," kata Indra Sjafri usai pertemuan dengan BTN di Kuningan, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, dengan hasil kurang maksimal ini pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak menghakimi pemain. Pihaknya optimistis Evan Dimas dan kawan-kawan akan berkembang dilevel yang lebih tinggi.
Terkait dengan posisinya sebagai pelatih, Indra Sjafri hingga saat ini belum mendapatkan keputusan dari BTN. Masa depan mantan pemain PSP Padang ini akan ditentukan pada rapat Komite Eksekutif PSSI, 2 November nanti.
Meski statusnya sebagai pelatih timnas belum ditentukan, Indra Sjafri mengaku telah mendapatkan tawaran untuk melatih klub yang turun dikompetisi tertinggi di Tanah Air yaitu Indonesia Super League (ISL) musim depan.
"Memang ada klub yang menghubungi saya. Tapi saya lebih mementingkan kepentingan banyak orang untuk memajukan sepak bola Indonesia," kata Indra menambahkan.
Sementara itu Direktur HPU BTN Demis Djamoeddin mengatakan hasil evaluasi Timnas Indonesia U-19 termasuk jajaran pelatih akan segera diajukan ke Komite Eksekutif PSSI. Selanjutnya akan dibahas guna mendapatkan keputusan lebih lanjut.
"Untuk masa depan pelatih semuanya di tangan Komite Eksekutif PSSI," katanya. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey