Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan pihaknya tidak akan mengintervensi PSSI mengingat ancaman FIFA yang akan memberikan sanksi jika salah satu anggota organisasinya mendapat campur tangan dari pihak ketiga.
"Saya kemukakan tidak ada intervensi dari pemerintah, misalnya yang tercantum di statuta FIFA Pasal 13. Kami pun sangat hati-hati dengan ini," kata Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto saat menyambangi Kantor PSSI Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Gatot mengatakan Tim Sembilan bentukan Kemenpora yang salah satu tugasnya mengawasi kinerja PSSI itu bertindak sesuai dengan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), seperti mengumpulkan masalah yang umumnya terjadi di persepakbolaan Tanah Air, serta melakukan evaluasi masalah transparansi keuangan PSSI.
Ia menekankan kinerja Tim Sembilan tidak akan bertentangan dengan Statuta FIFA Pasal 13 tentang Kewajiban Anggota yang berisi bahwa seluruh anggota FIFA harus selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan organisasi secara independen dan wajib memastikan bahwa seluruh aktivitas organisasi tidak diintervensi atau bebas dari campur tangan pihak ketiga.
Dalam pertemuan pertama antara Kemenpora dan PSSI, Gatot juga menyampaikan filosofi Tim Sembilan, yakni pembentukan karakter nasional.
"Kami bukan membangun sepakbola atau olahraganya, tetapi kami membangun karakter nasional itu sendiri. Setelah mereka (PSSI) tahu, mereka paham," kata Gatot yang juga juru bicara Tim Sembilan.
Gatot menegaskan PSSI tidak perlu mengkhawatirkan tentang komunikasi yang dibangun dengan FIFA karena dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti bertemu langsung, memberi tahu PSSI lewat korespondesi, surat elektronik serta lewat fasilitas diplomatik Kedubes RI di Zurich, salah satu markas besar FIFA.
Sekjen PSSI Joko Driyono dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa PSSI dan Tim Sembilan merupakan bentuk kerja sama, bukan intervensi.
"PSSI, FIFA bertugas membangun olahraga maka konteks kelanjutan kerja sama antara PSSI dan Kemenpora agar bisa direalisasikan. Saya senang pertemuan ini terlaksana agar kami mengetahui kesulitannya di mana dan mengetahui apa yang harus dilakukan," kata Joko.
Pertemuan pertama PSSI dan Kemenpora dihadiri oleh antara lain Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen PSSI Joko Driyono, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto yang didampingi oleh Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto serta staf ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Amung Ma'mun. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas
-
Hapus Kekerasan di Sepak Bola, I.League Dukung PSSI Hukum Berat Fadly Alberto
-
PSSI Pastikan Fadly Alberto Diganjar Hukuman Berat Gara-gara Tendangan Kungfu
-
PSSI Tutup Rapat Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni, Ternyata Ini Alasannya
-
PSSI Tutup Pintu Rapat-rapat untuk Shin Tae-yong! Tegaskan Rumor yang Beredar Hoaks
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah
-
Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai
-
Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?
-
Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung
-
Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial
-
Teror Bobotoh Menanti, Gustavo Franca Pastikan Arema FC Siap Tantang Persib di GBLA
-
Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC
-
Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas
-
Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?
-
Justin Hubner Pergi, Wolverhampton Wanderers Tersingkir dari Kasta Teratas Liga Inggris