Suara.com - Pelatih Barcelona Luis Enrique senang skuatnya mampu mengalahkan Atletico Madrid. Luis Enrique menegaskan bahwa skuatnya dapat melewati itu semua termasuk mengatasi rumput stadion Vicente Calderon.
Perempat final leg kedua di Calderon berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Barcelona. Lionel Messi dan kawan - kawan berhasil lolos ke semifinal Copa del Rey dengan agregat 4-2. dimana Neymar berhasil menjebol dua kali gawang tuan rumah Atletico.
Namun pertandingan tersebut berlangsung keras dimana dua kartu merah diberikan kepada dua pemain Atletico, Gabi dan Mario Suarez. Meski demikian Luis Enrique pun mengakui bahwa skuatnya bisa mengatasi itu semua termasuk rumput lapangan di Calderon.
"Tim saya jelas sekali bisa mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh lapangan. Kami memiliki kemampuan khusus menghadapi lapangan yang membuat bola memantul seperti kelinci," ungkapnya usai laga.
"[Atletico] adalah tim yang luar biasa [Diego] Simeone melakukan pekerjaan yang hebat dia, memenangkan gelar dengan begitu spektakuler. Namun kali ini kami bisa mengambil keuntungan dari permainan kami yang bagus," kata Luis Enrique.
"Kami banyak menguasai permainan karena kami lawan kami sedikit pemain (di babak kedua). Kami telah menduga pertandingan akan seperti itu, namun sulit untuk melakukan counter terhadap tim seperti ini, apalagi setelah apa yang terjadi di menit pertama," tukasnya. (Football Espana)
Berita Terkait
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Singkirkan Athletic Club, Real Sociedad Tantang Atletico Madrid di Final Copa del Rey
-
Ricuh Copa Del Rey! Polisi Dituding Membiarkan Bus Atletico Madrid Diserang Ultras Barcelona
-
Kenapa Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey meski Menang 3-0 atas Atletico Madrid?
-
Dibantai Barcelona 3-0, Atletico Madrid Tetap Melaju ke Partai Final Piala Raja
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar