- Barcelona tersingkir di semifinal Copa del Rey 2025-2026 karena kalah agregat 3-4, meskipun menang telak 3-0 pada leg kedua di Camp Nou.
- Defisit empat gol dari kekalahan di leg pertama menjadi beban berat yang gagal dikejar meski Marc Bernal mencetak dua gol dan Raphinha menyumbang satu gol penalti.
- Fokus Barcelona kini beralih ke La Liga dan Liga Champions melawan Newcastle United setelah harapan meraih treble winner musim ini dipastikan pupus.
Suara.com - Kemenangan telak tiga gol tanpa balas yang diraih Barcelona atas Atletico Madrid di Stadion Camp Nou ternyata berakhir sia-sia bagi skuad asuhan Hansi Flick.
Publik sepak bola mungkin bertanya-tanya mengapa Blaugrana tetap dinyatakan gugur di babak semifinal Copa del Rey 2025-2026 meski mendominasi laga leg kedua tersebut.
Alasan utamanya terletak pada perhitungan skor agregat, di mana Barcelona masih kalah tipis 3-4 dari Los Colchoneros dalam dua pertemuan yang digelar.
Defisit gol yang harus dikejar Barcelona memang terlampau besar akibat kekalahan memalukan 0-4 yang mereka derita pada leg pertama di markas Atletico Madrid.
Dalam laga leg kedua yang berlangsung Rabu (4/3/2026) dini hari WIB, Raphinha dan kawan-kawan sebenarnya tampil spartan untuk membalikkan keadaan.
Asa untuk melakukan comeback sempat menyala terang ketika Marc Bernal berhasil membobol gawang lawan pada menit ke-29.
Stadion Camp Nou kembali bergemuruh menjelang turun minum setelah Raphinha sukses menunaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti pada menit ke-45.
Dominasi tuan rumah berlanjut di babak kedua dengan gol tambahan yang kembali dicetak oleh Marc Bernal untuk mengubah papan skor menjadi 3-0.
Sayangnya, hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, gol keempat yang dinanti-nantikan tak kunjung tercipta.
Baca Juga: Dipermalukan Getafe di Bernabeu, Real Madrid Gagal Pangkas Jarak dengan Barcelona
Kemenangan 3-0 tersebut tidak cukup untuk menutupi selisih gol dari leg pertama, sehingga tiket final melayang ke tangan anak asuh Diego Simeone.
Hasil tragis ini memastikan Barcelona gagal mewujudkan ambisi meraih treble winner pada musim kompetisi tahun ini.
Kini, fokus utama Hansi Flick harus segera dialihkan untuk mengamankan gelar juara Liga Spanyol di mana mereka masih memimpin klasemen dengan 64 poin.
Posisi Barcelona di puncak La Liga terbilang cukup aman dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid yang sedang dalam tren negatif.
Selain liga domestik, harapan trofi tersisa ada di panggung Liga Champions di mana mereka sudah ditunggu Newcastle United pada babak 16 besar.
Pertemuan melawan The Magpies pada 10 dan 18 Maret 2026 mendatang akan menjadi pelipur lara bagi kegagalan menyakitkan di ajang piala raja ini.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Statistik Gila Penggawa Timnas Indonesia di Italia, Jay Idzes dan Emil Audero Susah Digeser
-
John Herdman Terancam Tanpa Striker Rp1,3 Miliar di FIFA Series 2026
-
Kevin Diks Tembus Team of the Week Bundesliga Sejajar Harry Kane
-
Awas Babak Belur! Ini Tim Raksasa yang Bisa Hajar Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Kevin Diks Jadi Pemain Asia Paling Produktif Cetak Gol di Bundesliga Jerman
-
Menanti Aksi Ahmad Mujadid dan Nazriel Alvaro, Senjata Baru Nova Arianto di Piala AFF U-20
-
Ole Romeny Dapat Partner Klik di Timnas Indonesia Nih, Tapi Belum Dinaturalisasi
-
Daftar Kiper Terbaik dengan Rekor Clean Sheet Terbanyak di Super League 2025-2026
-
Beda Nasib! Emil Audero Dipuji Setinggi Langit, Maarten Paes Si Pembuat Masalah
-
Emil Audero Bongkar Ruang Ganti Cremonese Usai Dibantai AC Milan