Suara.com - Hari ini, 46 tahun yang lalu, Sinisa Mihajlovic lahir di Vukovar, Kroasia, yang ketika itu masih menjadi bagian negara Yugoslavia. Sinisa Mihajlovic adalah mantan pemain bintang yang kini menjadi manajer klub Serie A, Sampdoria.
Mihajlovic adalah salah satu pemain yang cukup punya nama di kancah sepak bola Italia sejak awal era 90-an hingga awal era 2000-an. Mantan bek bertinggi badan 185 sentimeter itu pernah memperkuat sejumlah klub besar di Negeri Spaghetti seperti Roma, Sampdoria, Lazio, dan Inter Milan.
Selama menjalani sepanjang kariernya sebagai bek, Mihajlovic tidak hanya diingat akan kehebatannya mengawal lini pertahanan. Lelaki yang berdarah campuran Serbia dan Kroasia itu juga dikenang sebagai pencetak gol yang handal.
Namun, bukan pencetak gol biasa. Mihajlovis dianggap sebagai salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa. Siapa sangka, pemain yang bukan berasal dari Italia ini, justru memegang rekor pencetak gol terbanyak melalui tendangan bebas di Serie A. Tak tanggung-tanggung, ia mengemas 28 gol lewat free kick selama empat belas musim berlaga di kompetisi kasta tertinggi Italia itu.
Mihajlovic mengawali karier seniornya di NK Borovo, sebuah klub lokal di kota kelahirannya. Setelah dua tahun bermain bersama Vojvodina, Mihajlovic hijrah ke Red Star Beograd. Di klub itu, Mihajlovic mulai dikenal di kancah Eropa usai berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions musim 1990/1991.
Dua musim di Red Star, Mihajlovic hijrah ke Italia. Roma adalah klub pertama yang dipilihnya sebelum pindah ke Sampdoria dan bermain bersama klub berjuluk La Samp itu selama empat tahun. Dipinang Lazio pada tahun 1998, Mihajlovic membantu klub asal Kota Roma itu menjuarai Piala Winners, Piala Super UEFA, dan satu kompetisi Serie A.
Mihajlovic pindah ke Inter Milan setelah enam tahun bermain bersama Biancoceleste. Berseragam Nerazzurri, Mihajlovic membantu merebut gelar Scudetto musim 2005/2006. Pensiun sebagai pemain, Mihajlovic mulai belajar melatih dengan menjadi asisten Roberto Mancini.
Tim pertama yang ia latih adalah Bologna, berlanjut ke Catania, Fiorentina, Timnas Serbia, dan terakhir Sampdoria. Namun, hingga kini dirinya belum mempersembahkan gelar satupun bagi klub yang dilatihnya.
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Reaksi Bojan Hodak usai Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia
-
Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian
-
Beckham, Klok, dan Eliano Dipanggil Timnas Indonesia, Bojan Hodak: Mereka Layak
-
Dipanggil John Herdman, Elkan Baggott Dapat Sorotan Utama Media Inggris
-
Cedera Parah Jelang Gabung Timnas Indonesia, Miliano Jonathans Terlihat Sangat Sedih
-
Pengamat Komentari Garuda Calling Perdana John Herdman, Anggap sebagai Langkah Realistis
-
Sindiran Halus Shin Tae-yong untuk Patrick Kluivert? STY Yakin Herdman Bawa Hasil Lebih Baik
-
Dipanggil ke Timnas Indonesia, Ezra Walian Bawa Bekal Mentereng
-
Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
-
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Bicara Pasang Surut Performa Jelang FIFA Series 2026