Suara.com - Hari ini, 34 tahun yang lalu, Park Ji-sung lahir di Goheung, Jeollanam-do, Korea Selatan. Park Ji-sung adalah mantan pesepakbola yang berkibar namanya saat masih membela timnas Korsel dan berseragam Manchester United.
Pahlawan Korea Selatan, demikian dirinya dikenal penggila sepakbola di Negeri Ginseng. Park adalah salah satu pesepakbola Asia dengan prestasi paling menonjol sepanjang sejarah. Ia adalah orang Asia pertama yang memenangkan trofi Piala Champions UEFA, serta orang Asia pertama yang menjuarai Piala Dunia Antarklub. Kiprahnya di Eropa jadi kebanggaan tersendiri di negeri asalnya, juga warga Asia pada umumnya.
Park sudah menekuni sepak bola sejak tahun 2000, ketika dirinya duduk di bangku Universitas Myongji, Korea Selatan. Klub senior pertama yang ia perkuat justru bukan klub asal kampung halamannya, melainkan Kyoto Purple Sanga, sebuah klub yang bermain di Liga Jepang.
Kariernya meroket ketika Guus Hiddink, manajernya di timnas Korsel, mengajaknya ke tanah Eropa, untuk bergabung dengan klub Belanda, PSV Eindhoven. Di Negeri Kincir Angin, popularitas Park kian menanjak. Bersama pemain pilar seperti Mark van Bommel dan Philip Cocu, Park jadi tulang punggung PSV yang berhasil mempersembahkan gelar juara Eredivisie dan KNVB Cup. Bahkan, saking dicintanya, fans PSV menciptakan lagu khusus untuk Park berjudul Song for Park.
Tahun 2005, Park resmi berseragam Manchester United. Hanya dalam waktu singkat, Park dijadikan kapten tim berjuluk Setan Merah tersebut. Ia jadi orang Asia pertama yang mengenakan ban kapten klub yang bermarkas di Old Trafford itu. Tujuh musim jadi anak asuh Sir Alex Ferguson, Park mencicipi empat gelar juara Liga Premier, satu trofi juara Liga Champions dan satu juara Piala Dunia Antarklub.
Pemain yang membawa Korea Selatan finis di urutan keempat pada Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang dikenal sebagai gelandang yang kuat dan "ngotot". Dipasang di manapun di lapangan tengah, Park sama-sama bisa memberikan kontribusi optimal. Park memutuskan gantung sepatu pada 14 Mei 2014. Ketika itu, ia adalah punggawa PSV Eindhoven dengan status pinjaman dari Queens Park Rangers.
Saat ini, Park masih membina ikatan dengan MU dengan menjadi duta klub. Lagi-lagi, ia menjadi duta MU pertama yang berasal dari Benua Asia.
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026, Meksiko Bidik Rp180 Triliun dari Sport Tourism
-
Pundit Legenda MU Roy Keane dan Gary Neville Dikritik, Dinilai Lebih Cari Sensasi
-
Ikuti Jejak Sang Ayah! Anak Robin van Persie Cetak Dua Gol Sensasional dalam Debut Profesional
-
Liverpool Siapkan Tawaran Fantastis untuk Pemain Real Madrid Bergaji Rp5 M Per Pekan
-
Dihujat Suporter Real Madrid, Alvaro Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius Junior
-
Cristian Chivu Bongkar Strategi Inter untuk Jinakkan Tim Kuat seperti Arsenal
-
AS Perketat Imigrasi, Suporter Tak Bisa Datang ke Piala Dunia 2026? Ini Fakta Sebenarnya
-
Putaran Kedua Dimulai! Jadwal Lengkap Pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026
-
Prediksi Skor Real Madrid vs AS Monaco: Era Baru Arbeloa di Liga Chamipons Dimulai
-
Cristiano Ronaldo Menang Gugatan atas Juvenuts, Bianconeri Gagal Tarik Dana Rp172 Miliar