Suara.com - Hari ini, 48 tahun yang lalu, Andres Escobar Saldarriaga lahir di Medellin, Kolombia. Escobar adalah bek Kolombia yang tewas dibunuh setelah mencetak gol bunuh diri di ajang Piala Dunia tahun 1994.
Kisah hidup bek tim nasional Kolombia ini sungguh memilukan. Dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan Kolombia pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Escobar dihabisi dengan sadis.
Semua berawal dari gol bunuh dirinya kala Kolombia melawan Amerika Serikat (AS) di laga kedua. Niat hati ingin memotong umpan terobosan gelandang AS, John Harkers, Escobar malah merobek jala sendiri. Alhasil AS menang 2-1, sementara Kolombia yang hanya mengumpulkan tiga poin, terpaksa angkat koper.
Lima hari pascainsiden memalukan itu, Escobar dan sejumlah rekannya mendatangi sebuah klub hiburan malam. Terpisah dari rekan-rekannya, Escobar pulang sendirian sekitar pukul 3.00 dini hari. Di tempat parkir, tiga orang mendatangi dan salah satunya melepaskan enam tembakan ke tubuhnya sembari berteriak Gol!, dengan gaya khas komentator sepak bola Amerika Selatan. Sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Escobar tak tertolong.
Kematian Escobar membuat Kolombia tersentak. Pemakamannya dihadiri 120.000 orang. Tiap tahun, warga mengenang Escobar dengan membawa fotonya ke setiap laga yang digelar. Tahun 2002, sebuah patung Escobar diresmikan di Medelin sebagai penghormatan untuknya.
Si penembak, Humberto Castro Munoz, mendekam di penjara selama sebelas tahun atas perbuatannya. Munoz adalah tukang pukul kartel narkoba Kolombia yang membuat taruhan dalam laga kontra AS itu. Karena gol bunuh diri Escobar, ia kalah besar.
Hingga kini, Escobar jadi figur yang dihormati fans timnas Kolombia, khususnya fans Atletico Nacional, klub yang membesarkan namanya. Merintis karier profesional pada tahun 1987, Escobar terkenal sebagai bek yang handal. Julukannya, El Caballero del Futboll. Pemain yang memakai nomor punggung 2 itu pernah bermain di klub Swiss, Young Boys, dan pernah dapat tawaran dari raksasa Italia, AC. Milan, seusai Piala Dunia 1994 dan sesaat sebelum dirinya tutup usia.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Sikap Erick Thohir Tak Banyak Bicara di Tengah Penunjukkan John Herdman Dipertanyakan
-
Miliano Jonathans Pamer Kelebihan Khusus Usai Resmi ke Excelsior Rotterdam
-
Dirumorkan Diangkut Persija Jakarta, Begini Statistik Lengkap Ivar Jenner
-
Kekalahan Pertama Barcelona dalam 12 Laga, Hansi Flick: Bukan Salah Wasit, Kami yang Tumpul
-
Maarten Paes Hampir Hattrick Tanggapi Isu ke Persib Bandung
-
Mulutmu Harimaumu! Cherki Dipermalukan United, Patrice Evra: Itu Balasanmu
-
Klasemen La Liga Spanyol Pekan 20: Barcelona Kalah dari 10 Pemain, Real Madrid Pangkas Jarak
-
Real Madrid Dalam Masalah Besar, Toni Kroos Ungkap Akar Krisis di Bernabeu
-
Barcelona Kalah Menyakitkan di Markas Sociedad, Frenkie de Jong Salahkan Wasit
-
Akui Ganasnya John Herdman, Pelatih Thailand Beruntung Tak Segrup Timnas Indonesia di Piala AFF