Suara.com - Hari ini, 52 tahun yang lalu, Ronald Koeman lahir di Zaandam, Belanda. Koeman adalah mantan jawara timnas Belanda yang kini menjadi manajer klub di Liga Premier Inggris, Southampton.
Boleh dikata, Koeman adalah salah satu pelatih di daratan Inggris yang belakangan kerap jadi buah bibir selain arsitek Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Sebabnya, apa lagi jika bukan karena keberhasilannya mengangkat pamor Southampton di kompetisi Liga Premier.
Menggantikan posisi Pochettino yang hengkang ke White Hart Lane, Koeman sukses mempersembahkan empat kemenangan di enam laga pertamanya bersama The Saints, mengantarkan klub asal Hampshire itu ke peringkat dua klasemen liga kala itu. Alhasil, predikat Manajer Terbaik Liga Premier bulan September disematkan padanya.
Tak berhenti di situ. Di bawah asuhan Koeman, Southampton berhasil membuat publik Inggris kembali tersentak di awal tahun ini. Dengan tangan dinginnya, Koeman membangun Southampton jadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan. The Saints menang tiga kali berturut-turut, termasuk atas dua raksasa, Inggris Manchester United dan Arsenal.
Gelar Manajer Terbaik Liga Premier bulan Januari pun kembali jatuh ke tangannya. Saat ini, skuat besutannya bertengger di peringkat enam, setingkat di bawah Liverpool.
Belakangan berembus spekulasi soal kemungkinan Koeman pindah ke Manchester City menggantikan Manuel Pellegrini yang gagal membawa The Citizens lolos ke perempat final Liga Champions. Menjawab isu tersebut, Koeman justru mengungkap mimpinya untuk bisa menukangi tim besar macam Barcelona.
Sebelum melatih di Inggris, Koeman adalah arsitek Feyenoord, klub terakhir yang ia bela ketika masih menjadi pemain sepak bola. Sebelumnya, ia pernah melatih deretan klub besar Eropa, sebut saja AZ Alkmaar, Valencia, PSV Eindhoven, Benfica, serta Ajax Amsterdam.
Pelatih hebat ini juga dikenal punya masa lalu yang kelam dengan manajer Manchester United, Louis van Gaal. Pernah bahu-membahu menangani Barcelona dan Ajax, keduanya jadi bak musuh bebuyutan lantaran perbedaan visi kala keduanya menukangi Ajax.
Sebelum menekuni profesi kepelatihan, Koeman sudah lebih dahulu aktif di lapangan hijau sebagai pemain. Mengawali karier di Groningen, Koeman mencicipi gelar juara Eredivisie pertamanya bersama Ajax. Pindah ke PSV Eindhoven, Koeman merebut tiga trofi Eredivisie. Berseragam Barcelona sejak 1989, Koeman merasakan empat kali menjadi jawara La Liga.
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ada Upaya Ditutupi, KPK Pastikan Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan di Pemalang Jalan Terus
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Tiny Garden: Buku Bergambar yang Mengajarkan Bahagia Lewat Hal-Hal Kecil
-
Cara Pilot Malaysia Selundupkan 70 Ribu Butir Ekstasi di Bandara Soetta, Terancam Hukuman Mati
-
Kebocoran Data Bisa Picu Eksodus Nasabah, Survei Ungkap Tantangan Perbankan Digital
-
3 Serum Ampuh Basmi Bruntusan dan Noda Hitam Bekas Jerawat, Wajah Mulus Tanpa Bekas
-
10 Cara Memilih Warna Lipstik Sesuai Warna Pakaian agar Penampilan Makin Serasi
-
3 Shio yang Diprediksi Berlimpah Rezeki Sepanjang Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat, 14 Mobil Damkar Dikerahkan, Api Berhasil Dikendalikan
-
Kemarau Kepung Bekasi, 2.592 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan