Suara.com - Hari ini, 67 tahun yang lalu, Marcello Lippi lahir di Viareggio, Italia. Marcello Lippi adalah mantan pelatih yang berhasil membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006.
Salah satu manajer tersukses di sepanjang sejarah sepak bola, itulah Lippi. Sejak mengawali karier di dunia kepelatihan pada tahun 1985, Lippi sudah melatih 13 klub dan 1 tim nasional.
Manajer yang namanya tercatat dalam daftar 50 pelatih terbaik sepanjang masa ini memulai kariernya di dunia sepak bola bukan sebagai pelatih, melainkan pemain. Adalah Sampdoria, klub Liga Italia Serie A yang pertama kali ia bela pada tahun 1969.
Lippi gantung sepatu pada tahun 1982, di usia 34 tahun. Ia menggeluti profesi kepelatihan dan mendapat tugas perdana untuk menukangi tim muda Sampdoria.
Sejak saat itu, Lippi mengasah kemampuannya dengan melatih klub-klub divisi di bawah Serie A. Nama Lippi mulai berkibar di Serie A saat dirinya jadi arsitek Napoli. Meski klub digoyang masalah keuangan, Lippi sukses membawa Napoli menembus Piala UEFA 1993/1994.
Dibajak Juventus, Lippi kian matang. Ia berhasil mempersembahkan juara Serie A di musim pertama. Gelar Scudetto juga kembali dibawa Lippi ke Juventus Stadium pada tahun 1997. 1998, 2002, dan 2003. Lippi jugalah orang di balik kesuksesan Si Nyonya Tua pada Liga Champions tahun 1996.
Sayang, ia tak bisa mengulang kesuksesannya saat melatih Inter Milan. Belum genap setahun menukangi Nerazzurri, Lippi dipecat lantaran hasil kurang baik di sejumlah laga.
Lippi jadi orang paling bahagia saat dirinya berhasil mempersembahkan gelar juara dunia bagi negaranya pada Piala Dunia 2006. Sempat berhenti jadi pelatih Azzurri usai Piala Dunia, Lippi kembali dipanggil timnas pada tahun 2008. Sayang, kesuksesannya di tahun 2006 tak bisa diulangi pada Piala Dunia 2010. Mengundurkan diri usai Piala Dunia, Lippi digantikan oleh Cesare Prancelli.
Pelatih yang punya filosofi untuk memprioritaskan semangat dan persatuan tim ini hijrah ke Cina untuk melatih Guangzhou Evergrande, klub yang berkompetisi di Liga Super Cina pada tahun 2012. Di bawah asuhannya, Guangzhou merebut tiga gelar juara Liga Super Cina dan satu gelar Liga Champions Asia. Namun, terhitung sejak 26 Februari 2015 lalu, Lippi mengundurkan diri dari kursi pelatih Guangzhou.
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Novel The Good Neighbor, Sisi Gelap Tetangga yang Baik Hati
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang
-
Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026
-
JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!