Rafael Benitez
Hari ini, 55 tahun yang lalu, Rafa Benitez lahir di Madrid, Spanyol. Lelaki bernama lengkap Rafael Benitez Maudes ini adalah pelatih hebat yang kini menukangi klub Italia, Napoli.
Siapa tak kenal Benitez. Pelatih bertangan dingin yang satu ini sudah berulang kali mengantar klub-klub yang ia asuh menjuarai berbagai kompetisi bergengsi.
Kariernya di lapangan hijau ia awali sebagai bek di akademi Real Madrid, Real Madrid Castilla. Setelah itu, ia bergabung dengan klub di Divisi Empat Spanyol, Parla, kemudian ke Linares, klub yang saat ini sudah gulung tikar.
Benitez mulai mengasah kemampuan melatihnya di usia 26 tahun. Saat itu, lelaki yang akrab disapa Rafa itu menyambi jadi staf pelatih tim U-19 dan tim cadangan Real Madrid sembari kuliah.
Selepas dari Madrid, Benitez mencoba menangani Real Valladolid dan Osasuna, namun hanya sebentar dan gagal. Kemudian, ia menukangi Extremadura pada tahun 1997 dan berhasil membawa klub kompetisi kasta kedua itu naik ke divisi utama Spanyol.
Sempat singgah sejenak di Tenerife, Benitez ditunjuk sebagai pelatih Valencia dan mulai menunjukkan kepiawaiannya dalam melatih. Ia berhasil membawa Valencia menjuarai La Liga dua musim berturut-turut sekaligus satu trofi Piala UEFA 2003/2004.
Sayang, beda pendapat dengan direktur klub membuatnya meninggalkan klub tersebut pada tahun 2004. Ia pindah ke Liverpool dan mempersembahkan gelar juara Liga Champions buat The Reds.
Dalam melatih, Benitez dikenal memiliki gaya yang 'kejam' dan disiplin. Banyak bekas anak asuhnya yang mengatakan, Benitez adalah tipe pelatih yang "sulit dipuaskan". Meski sukses memberikan gelar penting untuk Liverpool, Benitez menuai kritik lantaran dinilai gagal mengembangkan talenta lokal.
Gagal memberikan gelar juara Liga Premier pada musim 2009/2010 bagi Liverpool, kontrak Benitez diputus. Ia pun hijrah ke Italia, untuk mengisi posisi manajer Inter Milan yang lowong setelah ditinggalkan oleh Jose Mourinho.
Hanya dua musim jadi arsitek Nerazzurri, Benitez kembali ke Liga Premier Inggris. Chelsea jadi klub selanjutnya yang ia asuh. Menjadi manajer interim, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Eropa bagi The Blues pada musim 2012/2013. Ia juga sukses mengantar Chelsea finis di urutan tiga klasemen Liga Premier.
Terhitung sejak 27 Mei 2013 sampai saat ini, ayah dua anak itu didapuk sebagai pelatih Napoli.
Siapa tak kenal Benitez. Pelatih bertangan dingin yang satu ini sudah berulang kali mengantar klub-klub yang ia asuh menjuarai berbagai kompetisi bergengsi.
Kariernya di lapangan hijau ia awali sebagai bek di akademi Real Madrid, Real Madrid Castilla. Setelah itu, ia bergabung dengan klub di Divisi Empat Spanyol, Parla, kemudian ke Linares, klub yang saat ini sudah gulung tikar.
Benitez mulai mengasah kemampuan melatihnya di usia 26 tahun. Saat itu, lelaki yang akrab disapa Rafa itu menyambi jadi staf pelatih tim U-19 dan tim cadangan Real Madrid sembari kuliah.
Selepas dari Madrid, Benitez mencoba menangani Real Valladolid dan Osasuna, namun hanya sebentar dan gagal. Kemudian, ia menukangi Extremadura pada tahun 1997 dan berhasil membawa klub kompetisi kasta kedua itu naik ke divisi utama Spanyol.
Sempat singgah sejenak di Tenerife, Benitez ditunjuk sebagai pelatih Valencia dan mulai menunjukkan kepiawaiannya dalam melatih. Ia berhasil membawa Valencia menjuarai La Liga dua musim berturut-turut sekaligus satu trofi Piala UEFA 2003/2004.
Sayang, beda pendapat dengan direktur klub membuatnya meninggalkan klub tersebut pada tahun 2004. Ia pindah ke Liverpool dan mempersembahkan gelar juara Liga Champions buat The Reds.
Dalam melatih, Benitez dikenal memiliki gaya yang 'kejam' dan disiplin. Banyak bekas anak asuhnya yang mengatakan, Benitez adalah tipe pelatih yang "sulit dipuaskan". Meski sukses memberikan gelar penting untuk Liverpool, Benitez menuai kritik lantaran dinilai gagal mengembangkan talenta lokal.
Gagal memberikan gelar juara Liga Premier pada musim 2009/2010 bagi Liverpool, kontrak Benitez diputus. Ia pun hijrah ke Italia, untuk mengisi posisi manajer Inter Milan yang lowong setelah ditinggalkan oleh Jose Mourinho.
Hanya dua musim jadi arsitek Nerazzurri, Benitez kembali ke Liga Premier Inggris. Chelsea jadi klub selanjutnya yang ia asuh. Menjadi manajer interim, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Eropa bagi The Blues pada musim 2012/2013. Ia juga sukses mengantar Chelsea finis di urutan tiga klasemen Liga Premier.
Terhitung sejak 27 Mei 2013 sampai saat ini, ayah dua anak itu didapuk sebagai pelatih Napoli.
Komentar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Hasil Derby Manchester: Debut Manis Carrick, Manchester United Menang Mutlak Atas City
-
Bukan Sekadar Bagi Hadiah, Ini Tujuan Kevin Diks untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
-
Manchester City dan Chelsea Saling Sikut untuk Rekrut Pemain Keturunan Filipina
-
Zidane Ungkap Kunci Taklukan Ruang Ganti Real Madrid: Pelatih Wajib Diterima Pemain
-
Patrick Kluivert Gagal Dapat Kerjaan Baru, Tunisia Jatuhkan Pilihan kepada Sabri Lamouchi
-
Tak Gentar Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tegaskan Status Juara Bertahan
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Streaming dan Susunan Pemain Manchester United vs Manchester City
-
Kabar Duka dari Serie A Italia: Presiden Fiorentina Meninggal Dunia
-
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Berapa Ranking FIFA Yunani?