Suara.com - Pimpinan klasemen Serie A Juventus diperintahkan menutup salah satu tribun, "Curva Sud" untuk dua laga kandang ke depan. Selain itu Juventus juga harus membayar denda sebesar 50.000 euro atau sekitar Rp725 juta.
Hukuman ini dijatuhkan Komisi Disiplin Serie A kepada Juventus menyusul kerusuhan yang terjadi saat derby melawan Torino, pekan kemarin.
Komisi disiplin menyimpulkan bahwa suporter Juventus ada di balik pelemparan petasan yang melukai sembilan pendukung Torino.
Semula, petasan diduga datang dari suporter Torino sendiri, terlebih media memberitakan hal serupa. Namun, setelah dilakukan investigasi, pihak berwenang menyatakan petasan dilempar dari bagian yang dihuni suporter Juventus.
Di sisi lain, Torino juga menerima sanksi denda dengan jumlah yang sama dengan Juventus. Torino dianggap tak bisa mencegah masuknya petasan ke dalam stadion.
Curva Sud sendiri merupakan tribun tempat suporter garis keras Juventus. Dengan sanksi ini, Curva SUd akan kosong pada dua laga kandang terakhir Juve. Menurut jadwal, Juve akan menjamu Cagliari dan Napoli pada dua laga tandang terakhir.
Juventus tinggal membutuhkan satu poin untuk memastikan diri kembali menjadi juara Serie A yang tersisa empat pekan lagi. (Reuters)
Berita Terkait
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
-
Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
-
Ramai-Ramai Mundur, Panselnas Akhirnya Hapus Denda Rp100 Juta Manajer Koperasi Desa Merah Putih
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey