- YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Kedatangan tersebut untuk memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan eksploitasi ekonomi anak dalam promosi liquid vape.
- Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan dengan menyelidiki konten promosi yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
Suara.com - YouTuber Muhammad Jannah (MJ) alias Bigmo mendatangi Polda Metro Jaya, buntut promosi liquid rokok elektrik atau vape yang melibatkan anak di bawah umur.
Pantauan Suara.com, Bigmo hadir sekira pukul 13.25 WIB, di Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang.
Bigmo yang hadir didampingi oleh kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo. Tidak banyak memberikan keterangan, hanya menyatakan dirinya dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah,” kata Bigmo, merespons pertanyaan wartawan yang mempertanyakan kabarnya, Senin (10/8/2026).
Bigmo mengaku selesai pemeriksaan nanti, dirinya bersama kuasa hukum bakal memberikan keterangan soal perkara ini.
“Nanti ya setelah masuk,” ucapnya.
Pemeriksaan terhadap Bigmo memang telah dijadwalkan sejak pekan lalu. Bigmo dilaporkan terkait dugaan eksploitasi ekonomi anak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan terhadap Bigmo dilakukan sebagai tindaklanjut penyelidikan terkait promosi liquid rokok elektrik atau vape yang melibatkan anak di bawah umur dalam live streaming.
Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap Bigmo, kata Budi, pihaknya telah terlebih dahulu memeriksa pelapor, orang tua anak yang diajak promosi, dan perusahaan liquid vape yang dipromosikan Bigmo.
Baca Juga: Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, YouTuber Bigmo Diperiksa Polda Metro Jaya Siang Ini
"Penyelidikan masih dilakukan pendalaman dugaan pelibatan anak dalam promosi tersebut serta menganalisa barang bukti digital dan dokumen terkait," jelas Budi.
Bigmo kembali berurusan dengan hukum buntut dugaan promosi liquid tokok elektrik atau vape yang melibatkan anak di bawah umur.
Dalam konten promosi itu Bigmo mendatangi penjual liquid vape dan mengajak anak di bawah umur untuk mempromosikan salah satu merek dagang liquid.
Berita Terkait
-
Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan
-
Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, YouTuber Bigmo Diperiksa Polda Metro Jaya Siang Ini
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
-
Hilal Firmansyah Mantap Maju Jadi Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor
-
Apa Saja Bahan Aktif yang Biasanya Terkandung dalam Serum Penumbuh Rambut?
-
Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi
-
Misteri Kardus Cokelat Berisi Jasad Bayi Gegerkan Pahoman
-
Ketua Komisi X DPR RI Minta Temuan Barang Diduga Senjata di Sekolah Diusut Transparan
-
Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?
-
Review Drama The Guest, Sisi Kelam Jiwa Manusia dan Teror Supranatural
-
Review Nourish Acne Plast Isi 12s, Patch Tipis Ampuh Bikin Jerawat Cepat Kempes?
-
Realita Pejalan Kaki: Fasilitas Tak Mumpuni hingga Stigma Miring Orang Lain