Suara.com - 7 Juni 2015, Olympiastadion, Berlin, akan menjadi saksi duel dua raksasa Eropa. Juventus akan menghadapi Barcelona di partai final Liga Champions musim ini.
Selain menandai kembalinya Juve sebagai salah satu tim papan atas Eropa setelah lebih dari satu dekade absen di partai puncak Liga Champions, laga ini juga memiliki arti penting bagi allenatore La Vecchia Signora, Massimiliano Allegri.
Di musim pertamanya membesut Si Nyonya Tua, Allegri yang sukses mempersembahkan scudetto, berpeluang untuk mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub dengan menjadi pelatih ketiga yang memboyong trofi Liga Champions ke Turin.
Dengan kata lain, Allegri bertekad untuk menempatkan namanya sejajar dengan dua pendahulunya yang sukses mempersembahkan trofi Liga Champions bagi Juve. Yaitu Giovanni Trapattoni dan Marcello Lippi.
Berikut ringkasan prestasi Juventus di Liga Champions di era kepemimpinan Trapattoni dan Lippi.
Era Giovanni Trapattoni
Trapattoni merupakan pelatih pertama yang membawa Juventus meraih sukses di Eropa. Trapattoni yang pernah dua kali membesut Si Nyonya Tua, membawa Juve ke puncak Liga Champions di musim 1984/85.
Di partai final, Juventus saat itu berhadapan dengan wakil Inggris Liverpool di Heysel Stadium, Brussel, Belgia. Dalam pertandingan itu, Juve menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Michel Platini yang saat ini menjabat sebagai presiden UEFA ke-6.
Era Marcello Lippi
Lippi menjadi pelatih kedua yang mempersembahkan trofi Liga Champions bagi Juventus. Trofi tersebut dipersembahkan Lippi di musim keduanya membesut Bianconeri.
Di partai puncak yang dihelat di Stadio Olimpico, Roma, Juventus menghadapi wakil Eredivisie, Ajax Amsterdam. Dalam laga itu, Juve unggul lebih dulu di menit 12 berkat gol Fabrizio Ravanelli.
Namun keunggulan Juve tidak bertahan lama setelah Jari Litmanen menyeimbangkan kedudukan di menit 41. Skor 1-1 pun bertahan hingga dua kali perpanjangan waktu sehingga pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Dari empat eksekutor masing-masing tim, dua punggawa Ajax, Edgar Davids dan Sonny Silooy gagal. Sementara empat eksekutor Juventus sukses menjebol gawang Ajax dan memastikan trofi Liga Champions kedua Bianconeri.
Tag
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi