Bola / Bola Dunia
Sabtu, 06 Juni 2015 | 09:00 WIB
Fernando Redondo. (Twitter)

Suara.com - Hari ini, 46 tahun yang lalu, Fernando Redondo lahir di Adrogue, Argentina. Sosok yang memiliki nama lengkap Fernando Carlos Redondo Neri ini merupakan veteran lapangan hijau yang pernah sukses bersama Real Madrid di era tahun 90-an.

Gelandang serba bisa, demikian orang mengenal Redondo di masa jayanya. Tak cuma piawai mengawal lapangan tengah, Redondo juga dianugerahi kemampuan passing dan dribbling luar biasa.

Boleh dibilang, Redondo adalah kekuatan di balik tajamnya serangan Real Madrid. Memang, soal lari, dia tak secepat pemain lain. Tapi kelebihannya dalam melakukan tackling yang agresif membuatnya andalah untuk mematahkan serangan lawan.

Keberhasilan El Real merebut gelar juara Liga Champions musim 1999/2000 tak lepas dari kontribusi Redondo di skuat yang kala itu diasuh Vicente del Bosque. Permainan apiknya di kompetisi itu membuatnya meraih penghargaan Most Valuable Player.

Ada komentar unik saat Redondo dan kolega menyingkirkan Manchester United di perempat final leg kedua di Old Trafford. Memberikan assist kepada Raul yang mencetak gol ketiga bagi Madrid, Redondo membuat manajer MU Alex Ferguson berdecak kagum. "Apa yang ia miliki dalam sepatunya? Sebuah magnet?" kata Fergie kala itu.

Musim sebelumnya, Redondo juga sudah mencicipi gelar jawara Eropa bersama Los Blancos. Enam tahun berjersey Los Galacticos, Redondo merasakan dua gelar La Liga.

Kepindahannya ke AC Milan pada tahun 2000 memicu kontroversi. Fans Merengues berkumpul di depan Santiago Bernabeu memprotes kepergiannya yang konon diputuskan Madrid tanpa keterlibatan Redondo.

Merapat ke San Siro, nasib Redondo bukannya bertambah baik. Pemain itu mengalami cedera lutut serius dan terpaksa menepi selama dua setengah tahun, melakoni hanya 16 laga bersama Rossoneri. Redondo gantung sepatu pada tahun 2004 setelah kembali mengalami cedera lutut.

Load More