Suara.com - Hari ini, 56 tahun yang lalu, Carlo Ancelotti lahir di Reggiolo, Italia. Ancelotti adalah mantan gelandang Italia yang baru saja meninggalkan kursi kepelatihan raksasa La Liga, Real Madrid.
Nasib Ancelotti musim ini memang kurang baik. Gagal mempersembahkan gelar bergengsi bagi Los Blancos, Ancelotti hengkang di akhir musim. Gangguan kesehatan jadi alasannya meninggalkan Santiago Bernabeu.
Hengkang dari Los Galacticos, konon Ancelotti pernah didekati AC Milan. Namun, dengan tegas, Ancelotti menolak tawaran dari klub yang pernah ia latih itu dan memilih istirahat dari lapangan hijau selama setahun.
Sejatinya, kiprah manajer berjuluk Don Carletto itu tak terlalu buruk. Didapuk sebagai arsitek Merengues pada awal musim 2013, Ancelotti sudah mempersembahkan satu gelar Copa del Rey, satu trofi Piala Dunia Antarklub, serta satu trofi Liga Champions.
Sebelum mengasuh Ronaldo dan kolega, Ancelotti dua musim di Paris Saint Germain dan mempersembahkan satu gelar Ligue 1. Chelsea menjadi klub yang ia tukangi sebelum pindah ke Paris. Dua musim bersama The Blues, Ancelotti membawa John Terry dan kawan-kawan sekali menjuarai Liga Premier.
Namun, kiprah terbaiknya sebagai pelatih adalah ketika dirinya menjabat manajer AC Milan. Sewindu jadi arsitek Il Diavolo Rosso, Ancelotti memberikan banyak gelar, sebut saja dua kali juara Liga Champions, dua kali juara Piala Super UEFA, satu gelar Serie A, di samping sederet gelar bergengsi lainnya.
Meski boleh dibilang gagal sebagai pelatih Real Madrid, Ancelotti masih jadi pelatih yang teratas dalam hal perolehan trofi Liga Champions. Seperti mantan pelatih Liverpool Bob Paisley, dirinya sudah tiga kali memenangkan trofi paling bergengsi di daratan Eropa itu, dua kali bersama Milan, dan satu kali bersama Real Madrid.
Ancelotti mengawali kariernya sebagai pelatih di klub Reggiana pada tahun 1995, lalu ke Parma pada tahun 1996, sampai akhirnya ke Juventus di tahun 1999. Sebelum menggeluti profesi kepelatihan, Ancelotti lebih dahulu mengenal lapangan hijau sebagai pemain.
Melakukan debut kariernya bersama Parma, Ancelotti pernah pula memperkuat Roma dan Milan. Ia gantung sepatu pada tahun 1992 usai melakoni lima musim bersama Rossoneri.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Prediksi Susunan Pemain Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan