Suara.com - Hari ini, 37 tahun yang lalu, Cristiano Lupatelli lahir di Perugia, Italia. Lupatelli adalah kiper lapis ketiga klub Serie A, Fiorentina.
Jebolan akademi muda AS Roma ini mengawali kariernya di Fidelis Andria pada tahun 1996, sebelum akhirnya kembali ke Roma pada tahun 1999. Bersama Giallorossi, Lupatelli sekali mencicipi gelar Scudetto Serie A pada musim 2000/2001.
Sebelum memperkuat Fiorentina pada tahun 2004, Lupatelli dua musim merumput di Chievo. Di musim 2004/2005, Lupatelli adalah kiper starter La Viola. Namun, setelah kedatangan kiper-kiper baru seperti Sebastian Frey, Bogdan Lobon, dan Vlada Avramov, ia jadi kiper nomor tiga.
Dipinjamkan ke Parma pada musim 2005/2006, Lupatelli hanya bertahan hingga pertengahan musim. Posisinya digantikan oleh Matteo Guardalben.
Pindah ke Cagliari pada tahun 2008, sekali lagi Lupatelli harus puas menjadi pelapis Federico Marchetti. Hijrah ke Bologna dan Genoa dua musim berturut-turut, lagi-lagi Lupatelli harus bersabar karena hanya jadi yang kedua.
Tahun 2012 hingga kini, Lupatelli kembali membela Fiorentina. Sejauh ini, kiper yang gemar memelihara jambang dan jenggot ini lebih kerap diturunkan sebagai kiper cadangan, dan belum sekalipun diturunkan sebagai starting eleven.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak