Suara.com - Hari ini, 44 tahun yang lalu, Fabien Barthez lahir di Lavelanet, Prancis. Lelaki bernama lengkap Fabien Alain Barthez ini adalah mantan kiper Timnas Prancis yang pernah berjaga di bawah mistar Marseille dan Manchester United.
Salah satu bintang di ajang Piala Dunia 1998 Prancis, itulah Barthez. Dalam kompetisi tersebut, Barthez mencatat rekor tidak kebobolan di 10 laga putaran final Piala Dunia. Catatan itu menyamai rekor kiper Inggris, Peter Shilton di era tahun 1980-an.
Barthez punya andil besar dalam keberhasilan Tim Ayam Jantan menjuarai Piala Dunia 1998 di tanah mereka sendiri. Kiper yang terkenal dengan kepala plontosnya itu juga berhasil menyelamatkan gawangnya dari tendangan mega bintang Brasil kala itu, Ronaldo.
Barthez mengawali kariernya sebagai kiper bersama klub Ligue 1 Marseille. Ia mempersembahkan trofi Liga Champions bagi klubnya di musim 1992/1993.
Selepas dari Marseille, Barthez hijrah ke AS Monaco. Di klub ini, Barthez dua kali mencicipi gelar juara Ligue 1 sebelum akhirnya dipinang raksasa Inggris, Manchester United pada tahun 2000, berkat penampilan yang luar biasa di Piala Dunia.
Empat musim berseragam The Red Devils, Barthez membantu merebut dua gelar juara Premier League. Hanya dijadikan kiper lapis kedua pascakedatangan kiper asal Amerika Tim Howard, Barthez memilih hengkang pada tahun 2004. Klub lamanya, Marseille, bersedia menampung Barthez.
Tahun 2006, Barthez mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari sepak bola profesional. Ia berharap, Toulouse jadi klub terakhir yang bisa ia bela sebelum gantung sepatu.
Namun, Toulouse menolak dan iapun mundur dari dunia sepak bola pada 5 Oktober 2006. Hanya beberapa bulan kemudian, Barthez kembali merumput. Setahun lamanya ia membela Nantes sebelum akhirnya berhenti dan mencoba berkarier di dunia balap motor.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong