Suara.com - Empat pemain PSS Sleman yang hadir dalam acara Kupas tuntas kasus sepak bola gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman di hotel Merapi Merbabu Yogyakarta mengaku ingin bertemu langsung dengan Menpora Iman Nahrowi.
Keempat pemain PSS Sleman yaitu Satrio (bek kanan PSS Sleman) , Ridwan (Gelandang PSS Sleman), Moniaga (Striker PSS Sleman) dan Ronald (bukan nama sebenarnya) yang hadir dalam acara yang digelar oleh Forum Diskusi Suporter Indonesia ingin bertemu Menpora guna meminta keadilan.
"Saya ingin bertemu langsung dengan Menpora, saya ingin minta keadilan untuk bebas dari sanksi karena itu main bola mata pencaharian saya, saya sangat sedih sekali gak bisa main lagi padahal saya masih sangat muda, umur saya masih 22 tahun," kata Ronald yang mendapat sanksi dari komdis PSSI seumur hidup tak dapat bermain bola atau mengikuti kompetisi sepakbola akibat pertandingan sepakbola gajah.
Senada dengan Ronald, Satrio juga berharap ingin bertemu langsung dengan Menpora untuk menjelaskan secara langsung tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik sepakbola gajah tersebut.
"Kami ingin ketemu langsung Bapak Menpora, kami tidak akan menutup - nutupi di depan Menpora, kami ingin ketemu Menpora juga karena ingin ada jaminan keamanan," kata Satrio.
Sementara itu akibat pertandingan sepakbola gajah tersebut, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman kepada dua pemain dari PSS Sleman yang melakukan gol bunuh diri mendapat hukuman larangan bermain sepakbola seumur hidup serta denda 100juta rupiah, hukuman serupa juga diterapkan kepada kiper dalam pertandingan tersebut.
Sementara seluruh pemain yang yang saat itu terlibat langsung dalam pertandingan tersebut mendapat hukuman sanksi lima tahun larangan bermain sepak bola dan denda Rp 50 juta.
Akibat sanksi tersebut saat ini keempat pemain yang hadir dalam acara kupas tuntas kasus sepak bola gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman tersebut mengaku kesulitan secara ekonomi.
Ronald mengaku saat ini dirinya tak lagi bekerja dan tak memiliki penghasilan, semetara Satrio mengaku bekerja sambilan sebagai penjual online shop, Ridwan mengaku saat ini bertani dan tak ada pekerjaan serta Moniaga mengaku tak bekerja bahkan untuk kebutuhan sehari - hari Moniaga mengaku justru istrinya yang bekerja.
Bagi keempat pemain bola tersebut sanksi dari komdis PSSI tak hanya memukul perekonomian mereka namun juga memukul kondisi mental dan psikis mereka, apalagi mereka sebelumnya mengandalkan sepakbola menjadi mata pencaharian utama mereka.
Pasca kejadian sepakbola gajah 8 bulan lalu tersebut juga tak ada kejelasan dari PSS Sleman, mereka juga tak mendapatkan uang sepeserpun dari pertandingan yang berakhir dengan kesedihan, bahkan hak gaji merekapun tak dibayarkan penuh oleh PSS Sleman, saat ini bahkan keempatnya mengaku sudah putus komunikasi dengan Rumadi maupun Supardjiono.
Untuk itu mereka sangat berharap dapat bertemu langsung dengan Menpora, selain agar mendapat jaminan keamanan karena membuka secara menyeluruh soal skenario sepakbola gajah juga agak Menpora dapat menarik kembali sanksi yang sudah diberikan komdis PSSI agar nasib, perkonomian serta cita - cita mereka dapat terus berjalan dengan baik. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Breakingnews! Bom Meledak di Gedung Kementerian Kehakiman Filipina
-
Permintaan Meledak, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium Indonesia
-
Modus Solar Subsidi Disedot dari SPBU, BPH Migas Sita 8.000 Liter
-
PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu
-
Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops
-
CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?