Suara.com - Hari ini, 67 tahun yang lalu, Raymond Neal Clemence lahir di Lincolnshire, Inggris. Lelaki yang akrab disapa Raymond adalah salah satu kiper terbaik Eropa yang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Liverpool.
Ray, demikian dia akrab disapa, memulai kariernya bersama Scunthorpe United pada tahun 1965. Dua tahun berselang, ia dipinang Liverpool. Empat belas tahun lamanya berseragam The Reds, Ray membantu merebut lima gelar Divisi Utama Inggris, tiga Piala Eropa dan dua Piala UEFA.
Tahun 1981, Ray hengkang dari Anfield dan merapat ke White Hart Lane. Bersama The Lilywhites, Ray mencicipi satu gelar Piala FA dan satu Piala UEFA.
Kiper yang 61 kali melakoni laga internasional bersama timnas Inggris ini dalam 61 laga ini gantung sepatu pada tahun 1988, tujuh tahun setelah dirinya jadi punggawa Spurs. Tahun 1992, Ray masuk staf kepelatihan Spurs dan melatih anak-anak The Lilywhites bersama Doug Livermore selama setahun.
Tahun 1994, Ray didapuk menjadi pelatih klub Divisi 3 Barnet. Dua tahun kemudian, Ray direkrut mantan rekan setimnya, Glenn Hoddle sebagai pelatih kiper di timnas Inggris. Posisi tersebut dipertahankan Ray sampai bulan Desember 2007. Sempat dipindahtugaskan sebagai staf kantor biasa, Ray kembali dipercaya menangani kiper timnas saat Roy Hodgson mengambil alih tampuk pimpinan kepelatihan The Three Lions.
Ray, yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengembangan Tim Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) ini, mundur total dari hingar bingar sepak bola pada tahun 2013. Kepergiannya dirayakan dengan sebuah acara mewah oleh tim nasional Inggris.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong