Suara.com - Hari ini, 44 tahun yang lalu, Roy Maurice Keane lahir di Cork, Irlandia. Lelaki yang lebih dikenal dengan nama Roy Keane ini adalah mantan gelandang bertahan timnas Irlandia yang pernah sukses bersama Manchester United.
Keane resmi bergabung dengan MU pada tahun 1993. Kemajuan kariernya di skuat utama terbilang cepat. Menyusul hengkangnya sejumlah pemain senior seperti Bryan Robson, Paul Ince, dan Mark Hughes, Keane jadi salah satu pemain paling berpengalaman di lapangan tengah.
Ia didapuk menjadi kapten Setan Merah menyusul keputusan Eric Cantona yang mendadak mundur pada tahun 1997. Dua belas musim berseragam MU, Keane mencicipi tujuh gelar juara Liga Premier, empat gelar Piala FA, dan satu trofi Liga Champions. Sifat kepemimpinan yang ia miliki membuatnya mampu mempertahankan ban kapten hingga kepergiannya pada tahun 2005.
Kehadirannya di Old Trafford disebut-sebut sebagai salah satu periode terbaik yang pernah dialami Setan Merah.
Selepas MU, Keane membela klub Skotlandia, Celtic. Setahun di Celtic, Keane merasakan satu gelar juara Liga Premier Skotlandia, sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2006.
Setelah mundur sebagai pemain, gelandang yang pernah jadi kapten timnas Irlandia ini menjajal peruntungannya sebagai pelatih. Sunderland, klub pertama yang ia tangani, berhasil bangkit dari posisi 23 klasemen Championship, menjadi juara dan dipromosikan ke Liga Premier.
Sayang, keberhasilan itu tidak terulang saat ia diminta menangani Ipswich Town. Keane dipecat 20 bulan setelah memangku jabatan tersebut karena klub tersebut hanya mampu finis di urutan 19 kompetisi Championship.
Setelah itu, Keane menjadi asisten pelatih di timnas Irlandia dan Aston Villa. Kini, mantan pemain yang masuk deretan pemain terbaik versi FIFA 100 itu kembali menangani timnas Irlandia sebagai asisten manajer.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong