Suara.com - Hari ini, 26 tahun yang lalu, Jose Salomon Rondon lahir di Caracas, Venezuela. Pemilik nama lengkap Jose Salomon Rondon Gimenez ini adalah striker timnas Venezuela memperkuat klub Liga Premier Inggris, West Bromwich Albion, sejak awal musim ini.
Rondon adalah pemain muda bertalenta yang turut memanaskan kompetisi Liga Premier musim ini. Dibeli dari klub Rusia Zenith Saint Petersburg, Rondon dikenal sebagai striker yang haus gol sekaligus finisher yang handal.
Pekerja keras, itulah Rondon. Posturnya yang besar dengan tinggi badan mencapai 190 sentimeter juga jadi keuntungan buat West Bromwich. Kehadirannya di daerah pertahanan lawan tentu akan mampu membuyarkan konsentrasi bek musuh.
Rondon sudah tertarik pada si kulit bundar sejak usia 7 tahun. Jebolan tim muda San Jose de Calasanz, Deportivo Gulima, dan Aragua ini memulai karier seniornya di klub negara asalnya, Aragua.
Menunjukkan penampilan mengagumkan, Rondon diboyong ke klub Divisi Dua Spanyol, Las Palmas. Sulit beradaptasi di negara asing, Rondon baru bisa mencetak gol di musim kedua dan menunjukkan kemampuannya yang di atas rata-rata.
Di akhir musim, Rondon dipinang Malaga. Dua musim di bawah asuhan pelatih bertangan dingin Manuel Pellegrini, banyak peningkatan yang ditunjukkan Rondon.
Rondon, dalam beberapa kesempatan menyebut Pellgerini sebagai sosok penting yang membantunya menjadi pemain jempolan. Oleh Pellegrini, Rondon pun dipandang sebagai pemain yang berkomitmen, selalu berkembang, dan mau belajar.
Selepas dari Malaga, Rondon hijrah ke Rusia untuk memperkuat Rubin Kazan. Ia jadi pemain Venezuela termahal dalam sejarah.
Satu setengah musim kemudian, Rondon menyeberang ke Zenit Saint Petersburg. Ia menjadi pemain non-kulit putih pertama yang memperkuat skuat Blue and White. Satu setengah musim berseragam Zenit, Rondon mencetak 20 gol pada 37 laga yang ia lakoni, mempersembahkan gelar juara Liga Premier Rusia musim 2014/2015.
Rondon merapat ke The Hawthorns dengan nilai transfer 15 juta Poundsterling dan gaji 50.000 Pounds per minggu. Angka tersebut merupakan dana terbesar yang pernah dikeluarkan The Baggies untuk membeli pemain.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong