Suara.com - Hari ini, 50 tahun yang lalu, Jurgen Kohler lahir di Lambsheim, Jerman. Kohler adalah mantan bek yang pernah berjaya bersama klub-klub besar Eropa di era tahun 1990-an.
Kohler diingat akan sepak terjang dan prestasinya di raksasa Jerman Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Kala merumput di Serie A Italia, Kohler juga mencicipi mahkota juara bersama Juventus.
Salah satu pemain bertahan terbaik di generasinya, demikian reputasi Kohler semasa masih aktif menjadi pemain. Kohler adalah tipe bek tengah dengan naluri bertahan, antisipasi, serta tak canggung membantu penyerangan.
Kohler mengawali karier seniornya di SV Waldhof Mannheim selama empat tahun. Ia pindah ke Bayern Munich setelah dua tahun memperkuat FC Koln. Bersama Die Rotten, Kohler merebut satu gelar juara Bundesliga.
Tahun 1991, Kohler dipinang Juventus. Empat tahun berseragam klub Si Nyonya Tua, Kohler mencicipi satu Scudetto Serie A dan satu Piala UEFA.
Kembali ke negeri kelahiran pada tahun 1995, Kohler merumput bersama Borussia Dortmund. Tujuh musim membela Die Borussen, Kohler merebut dua trofi juara Bundesliga dan satu trofi Liga Champions.
Di Timnas Jerman, Kohler pernah pula menorehkan prestasi. Bersama Der Panzer, Kohler merasakan menjadai jawara dunia kala timnya merebut trofi Piala Dunia 1990.
Selepas pensiun tahun 2002, Kohler menjajal kemampuannya dalam melatih. Timnas Jerman U-21 jadi tim pertama yang ia tangani. Hanya setahun, Kohler hengkang dan pindah dari satu klub ke klub lainnya di Jerman.
Sejak tahun 2015 ini, Kohler didapuk untuk menangani SC Hauenstein, sebuah klub yang berlaga di Oberliga Rheinland-Pfalz, kompetisi kasta kelima Jerman. Ada yang unik dari klub ini. Pada tahun 1935, klub ini dilarang beroperasi oleh rezim Nazi lantaran dinilai tak sesuai dengan politik penguasa Jerman kala itu.
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong
-
Momen Emosional Lionel Scaloni Jelang Laga Perdana Argentina di Piala Dunia 2026
-
Pernah Dibikin Malu Shin Tae-yong, Herve Renard Dikabarkan Jadi Pelatih Tunisia
-
Satu Kata Penuh Makna Kuat Disuarakan Lionel Messi Jelang Argentina vs Aljazair