Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi menginginkan cabang olahraga sepak bola dapat menjadi pemersatu bangsa dan negara sehingga ke depannya mampu menghasilkan bibit atlet berprestasi.
"Saya berharap sepak bola di Indonesia tidak dijadikan sebagai ajang mainan bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab, namun dengan cabang olahraga itu dapat menjadi pemersatu Tanah Air Indonesia," ujar Nahrawi di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2015).
Menurut dia, untuk memajukan dunia sepak bola di Indonesia perlu adanya perombakan pengurus organisasi cabang olahraga itu yang diisi orang-orang yang betul-betul cinta sepak bola.
Ia menilai, tidak semua kalangan pengurus PSSI tidak mencintai sepak bola, namun ke depannya harus dilakukan terobosan besar dan perlu adanya reformasi ditubuh organisasi itu.
Selain itu, untuk meningkatkan derajat pamain sepak bola di tanah air perlu adanya legalitas dan pengakuan dari klub-klub di Indonesia.
"Oleh sebab itu perlu adanya regulasi dari pemerintah yang harus diberikan kewenangan terlibat dalam pembinaan dan pengawasan terutama untuk menggerakkan disiplin wasit," ujarnya.
Ia menuturkan, Menpora dan seluruh masyarakat Indonesia sangat mengharapkan sanksi dari FIFA segera dicabut dan aktif lagi dalam gelaran sepak bola berskala Internasional.
"Dengan adanya upaya itu, saya meyakini Indonesia mampu menghasilkan atlet muda berprestasi," ujarnya.
Nahrawi menilai, potensi pesepak bola muda di Indonesia yang belum mendapat kesempatan sangat banyak, namun banyak juga klub yang menggaet pesepak bola dari luar negeri.
Ia mencontohkan, tim kesebelasan Bali United yang lebih memberikan ruang kepada pemain lokal sehingga mampu eksis di masyarakat.
"Untuk itu, kami sangat meyakini dari 250 juta masyarakat Indonesia, 11 pemain terbaik mampu direkrut untuk menjadi satu tim solid," ujarnya.
Hal terpenting dalam menciptakan sepak bola transparan, lanjut dia, para operator yang penyelenggara liga di Indonesia betul-betul dimiliki klub, artinya klub yang memiliki wewenang untuk memutar sirkulasinya itu dan jangan dijadikan alat untuk Industri.
Terkait kasus pesepak bola Indonesia yang tidak boleh bermain di Malaysia, kata dia, meminta kasus itu tidak dinetralisir begitu saja dan tetap dilanjutkan.
"Hal itu saya perlu kritisi karena kalau pun Indonesia terkena sanksi FIFA dan tidak boleh bermain sepak bola bertaraf Internasional seharusnya sejak awal sebelum keberangkatan tim Indonesia ke daerah itu sudah di informasikan," katanya.
"Namun, setelah Indonesia berhasil mengalahkan Australia dan Jepang, justru tim garuda muda tidak diperbolehkan bermain. Saya nilai hal itu ada faktor politisnya, sehingga kita membuat surat protes ke KBRI kita di Malaysia," ujarnya.
Oleh sebab itu, untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Indonesia harus lebih independen dan tidak boleh dibawa ke Federasi. Kemudian, federasi harus mampu menggerakkan dan memberikan harapan kepada calon generasi sepak bola muda di Indonesia dan kurangi pemain asing di setiap klub. (Antara)
Berita Terkait
-
Erick Thohir Jelaskan Kapan Bonus Medali Emas SEA Games 2025 Cair
-
Minta Atlet Gunakan Bonus dengan Bijak, Erick Thohir: Satu Miliar Banyak Loh
-
Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia
-
Erick Thohir Sibuk Rangkap Jabatan, PSSI Tunggu Waktu Tepat Umumkan Pelatih Timnas Indonesia
-
Niena Kirana Gugat Cerai Dito Ariotedjo, Sidang Perdana Digelar 24 Desember
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Suporter Kongo Viral di Piala Afrika 2025, Diam Membatu Selama 115 Menit Pertandingan
-
Eks Bomber Aston Villa: Arsenal Bakal Gampang Juara Premier League Musim Ini
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
Liverpool vs Leeds: Cody Gakpo Bidik Rekor Langka Ian Rush di Awal 2026
-
Nasib Marcus Rashford di Barcelona Masih Abu-abu, Transfer Rp587 Juta Masih Tanda Tanya
-
Calon Kuat Pelatih Chelsea Liam Rosenior Sudah Tahu Kualitas Bintang Timnas Indonesia, Kok Bisa?
-
Dipecat Chelsea di Awal Tahun 2026, Begini Statistik Lengkap Enzo Maresca
-
Profil Liam Rosenior Calon Kuat Pelatih Chelsea Pengganti Enzo Maresca
-
Chelsea Pecat Enzo Maresca, The Blues Siapkan Dua Calon Pengganti
-
Breaking News! Pecat Enzo Maresca, Chelsea Hanya Sampaikan 99 Kata