Suara.com - Di bawah Jurgen Klopp, performa Liverpool belum mengkilap. Di dua laga debutnya, The Reds hanya mampu meraih hasil draw, yakni saat bentrok dengan Tottenham Hostpur (0-0) dan di laga Piala Eropa melawan Rubin Kazan (1-1).
Tak puas, Klopp mengancam anak Daniel Sturidge. Bahkan, pelatih yang dikenal eksentrik itu mengaku bisa berubah sangat kejam.
"Jika seorang pemain memiliki motivasi penuh, konsentrasi, kesiapan dan gairah, pasti tidak akan sulit. Saya akan terbuka dan mungkin akan mempertahannkannya hingga babak terakhir," kata Klopp seperti dikutip laman scoresway.
Namun, kata Klopp, dia bisa sangat marah kepada para pemain yang dianggap tak profesional.
"Saya masih bisa membantu jika dia pemain muda. Bahkan akan saya berikan kesempatan. Tapi, jika dia pemain profesional dan pernah dilatih 4 atau 5 manajer sebelumnya, bagi saya ini hanya buang-buang waktu," bebernya lagi.
Pernyataan ini keluar setelah Klopp sempat dipanggil pemilik klub, Jumat (23/10/2015) waktu setempat. Mereka mempertanyakan kinerja Klopp yang dianggap belum maksimal.
"Mereka (pemilik klub) hanya ingin saya mengatasi masalah ini. Tapi sebenarnya saya tak mau terlalu sering bertemu. Semakin sedikit bertemu, semakin bagus," katanya. (scoresway)
Tag
Berita Terkait
-
Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai
-
Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung