Suara.com - Ketua Federasi Sepakbola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach mengatakan pada Senin bahwa dirinya mengundurkan diri, demi mengambil "tanggung jawab politis" untuk klaim-klaim gratifikasi terkait Piala Dunia 2006 namun mengakui tidak bersalah secara pribadi.
"Saya berada di sini sejak hari pertama pencalonan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 sampai film final yakni "kisah dongeng musim panas" dan telah bekerja selama bertahun-tahun.... dengan sikap yang bersih, dapat diandalkan, dan benar," ucapnya.
"Saya mengawasi area pemasaran, media, akreditasi, dan organisasi acara, saya dapat katakan dengan kesadaran penuh bahwa saya secara pribadi tidak tercela," tambahnya.
"Merupakan hal yang menyakitkan dan membuat depresi bagi saya untuk dikaitkan, sembilan tahun kemudian, dengan transaksi-transaksi yang saya tidak terlibat di dalamnya dan meninggalkan banyak pertanyaan terbuka bagi saya," kata Niersbach.
Wakil Presiden Reinhard Rauball dan Rainer Koch mengambil alih sebagai ketua bersama untuk DFB.
Sepakbola Jerman terkena hantaman oleh laporan di majalah Spiegel bulan lalu yang menuding bahwa DFB memberikan pembayaran senilai 6,7 juta euro kepada FIFA yang digunakan untuk membeli suara agar dapat mengamankan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.
Skandal ini menjadi semakin dramatis pada pekan lalu dengan polisi yang menggerebek markas DFB dan para jaksa penuntut mengungkap bahwa tiga orang - termasuk ketua DFB - tengah diperiksa untuk pelanggaran pajak serius terkait pembayaran kepada FIFA.
Dalam pernyataannya, Niersbach menegaskan bahwa ia "tidak memiliki pengetahuan mengenai latar belakang transaksi-transaksi yang ditanyakan." Ia mengatakan selama 27 tahun di DFB, pertama sebagai ketua media sebelum naik menjadi sekretaris jenderal pada 2007 dan kemudian presiden pada 2012, dirinya selalu "melakukan pekerjaan melebihi kewajibannya."
"Pekerjaan pada fungsi-fungsi yang berbeda dekat dengan hati saya. Saya mencintai sepak bola dan federasi ini... Untuk melindungi DFB dan kantor ini, saya akan mengundurkan diri sebagai presiden DFB dengan berat hati," tuturnya. [Antara/AFP]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Rafael Leao Akui Perlu Pertajam Insting Gol meski Baru Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan
-
Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan, Rafael Leao Malah Disebut Allegri Sering 'Tertidur' di Lapangan
-
Klasemen Liga Italia usai AC Milan Bungkam Cagliari, Rossoneri Geser Inter dari Puncak
-
Dirumorkan Jadi Pesaing Jay Idzes, Eks Real Madrid Disebut Ingin Beli Klub La Liga
-
Rapor Merah 2025! 3 Mimpi Buruk Timnas Indonesia yang Haram Terulang Tahun Ini
-
Bursa Transfer Januari 2026: Napoli Wajib Perkuat Lini Belakang Demi Jaga Asa Scudetto
-
Skandal Memata-matai Lawan Membayangi John Herdman Jelang Peresmian Pelatih Timnas Indonesia
-
Mauricio Souza Minta Persija Fokus Hadapi Persijap Jepara Sebelum Duel Panas Melawan Persib Bandung
-
Mauricio Souza Tanggapi Rumor Persija Jakarta Hadapi Hertha Berlin Saat Perayaan Ulang Tahun Jakarta
-
Mees Hilgers Resmi Gabung Agensi Top Dunia Lian Sports Demi Selamatkan Karier di FC Twente