- Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata, menjadi korban serangan rasial oknum suporter setelah laga melawan Persib Bandung.
- Komentar rasial tersebut menyasar kolom komentar Instagram pribadi Mikael Alfredo Tata pasca laga yang berakhir imbang 1-1.
- Manajemen Persebaya mengecam keras insiden rasisme ini dan telah melaporkannya kepada APPI dan I-League untuk ditindaklanjuti.
Suara.com - Insiden serangan rasial di Liga Inonesia jadi sorotan. Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata menjadi korban serangan rasial oknum suporter usai laga melawan Persib Bandung.
Mikael Alfredo Tata mendapat banyak komentar dan hujatan rasial di kolom komentar akun Instagram miliknya.
Akun fanbase @onlinepersebaya memposting bukti komentar rasis di kolom Instagram Alfredo Tata.
“Pemain Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata mendapatkan berbagai komentar rasis di akun Instagramnya. Tetap kuat, Tata,” tulis akun tersebut.
Pada pertandingan lawan Persib, Alfredo Tata masuk pada menit ke-54 menggantikan Riyan Ardiansyah. Laga Persib vs Persebaya sendiri berakhir imbang 1-1.
Terkait ujaran rasial yang diduga dilakukan oleh oknum suporter Persib ini, manajemen Persebaya mengecam keras.
Manajemen Bajul Ijo menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga yang harus mempersatukan, bukan memecah belah.
“Sepak bola adalah tentang kebersamaan. Bukan kebencian,” tegas manajemen.
Pihak Persebaya pun menyebut kasus rasisme terhadap Alfredo Tata telah dilaporkan ke APPI dan I-League untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Usai Lawan Persebaya, Umuh Muchtar Minta Big Match BRI Super League Dipimpin Wasit Asing
Pernyataan lengkap Persebaya Surabaya
Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan.
Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola.
Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan.
Karena pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan.
Bukan kebencian. Manajemen Persebaya mengutuk keras aksi Rasisme. Baik yang dilakukan suporter klub lain maupun bila itu dilakukan oleh suporter Persebaya sendiri.
Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Usai Lawan Persebaya, Umuh Muchtar Minta Big Match BRI Super League Dipimpin Wasit Asing
-
5 Klub Termahal di BRI Super League 2025/26, Persib Bandung Paling Mewah
-
Deretan Insiden Persebaya vs Persib: Benturan Horor Federico Barba hingga Kekonyolan Adam Alis
-
Soroti Kepemimpinan Wasit, Marc Klok Sebut Persib Harusnya Menang atas Persebaya
-
Persaingan Juara BRI Super League, Pelatih Borneo FC Singgung Persib Bandung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus