Suara.com - Mantan pesepak bola nasional Ferril Hattu mengenang sosok Sinyo Aliandoe sebagai pelatih yang komplet dalam membimbing para pemain binaannya.
"Sinyo adalah sosok pelatih yang komplet. Dia sebagai pelatih juga bisa berperan sebagai orang tua, sebagai teman, sebagai pembimbing, sebagai psikolog," kata dia ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.
Ferril, yang bermain di posisi libero, memandang Sinyo sebagai pelatih pintar yang paham strategi dan mengerti bagaimana mengeksplor kemampuan pemainnya.
"Dia punya kemampuan mengombinasikan pemain yang dia punya, mampu menutupi kekurangan satu pemain dengan kelebihan pemain yang lain," kata Ferril, yang pernah menjadi kapten ketika tim nasional memenangkan medali emas sepak bola di SEA Games Manila 1991.
Ferril sendiri pernah dilatih oleh Sinyo. Dia juga termasuk dalam tim nasional Indonesia 1985 yang dilatiih oleh Sinyo, di mana timnas pada waktu itu tampil mengesankan di babak kualifikasi Piala Dunia.
Pada saat itu, timnas Indonesia tinggal satu langkah lagi lolos ke Piala Dunia Meksiko 1986 namun akhirnya kalah oleh Korea Selatan pada babak play off.
Kunci penampilan gemilang tim nasional tersebut, kata Ferril, muncul dari kemampuan Sinyo Aliandoe sebagai pelatih dalam menciptakan suasana tim yang kondusif.
"Kebersamaan, kepedulian, dan keterbukaan bisa tumbuh, sehingga tidak ada pemain individualis. Tim bola bukan satu-dua orang, tapi 11 orang," kata pesepak bola asal Surabaya tersebut.
Tim nasional Indonesia pada saat itu tidak banyak mengambil pemain utama, namun lebih banyak menggunakan jasa para pemain muda. "Pemain senior ada tapi tidak banyak. Dia (Sinyo) bisa meracik tim yang optimal. Dia orang yang selalu bereksperimen dengan pemain muda, dia tidak melihat nama, tapi potensi, kualitas, dan karakter. Soal teknis dia tidak mau dicampuri," ungkap Ferril.
Hal itulah yang menurut Ferril dapat menjadi pelajaran bagi para pelatih-pelatih Tanah Air yang sedang beredar dan masih aktif melatih.
Mantan pemain dan pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Sinyo Aliandoe, meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Puri Indah, Rabu pagi sekitar pukul 08.42 WIB.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh anak bungsu Sinyo, Theodorus Aliandoe, ketika ditemui Antara di Rumah Duka Rumah Sakit Carolus, Salemba, Jakarta, tempat jenazah disemayamkan.
Theo mengatakan bahwa kemungkinan ayahnya mengalami lemah jantung karena faktor usia. "Kondisi bapak terus melemah seiring bertambahnya usia dan sejak lama juga sudah menderita demensia," kata dia.
Jenazah rencananya akan dimakamkan pada Jumat (20/11) pukul 10.00 WIB.
Sebastian Sinyo Aliandoe lahir di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 1 Juli 1938.
Semasa masih aktif sebagai pesepak bola, Bung Sinyo berkiprah sebagai seorang pemain dan juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola Indonesia.
Sinyo Aliandoe, yang pernah dikabarkan menderita demensia atau pikun, juga pernah menjadi pelatih di sejumlah klub Tanah Air, seperti Persija dan Arema.
Karir sepak bola Sinyo sebagai pemain dimulai ketika memperkuat klub Persija Jakarta. Almarhum bersama rekan-rekannya berhasil meraih gelar juara bersama tim Persija pada 1964.
Karena dinilai berbakat oleh beberapa kalangan, Sinyo kemudian dipercaya untuk memperkuat tim nasional pada tahun 60-an.
Karir kepelatihan Sinyo dimulai ketika usianya masih muda pada awal tahun 70-an, atau ketika dirinya mengalami patah tulang pergelangan kaki. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran
-
Nyaris Liburan, Zico Kini Jadi Pahlawan Mesir di Piala Dunia 2026
-
Cerita Jeda Babak Pertama Mesir yang Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
-
Respons Mohamed Salah Usai Bantu Mesir Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia
-
Winger Bosnia Luka Menalo Dikabarkan Segera Gabung Persib Bandung
-
Persib Selangkah Lagi Dapatkan Eks Timnas Bosnia, Diklaim Sudah Teken Kontrak 2 Tahun
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cedera Raphinha Jadi Alarm Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Siap Comeback Lawan Skotlandia
-
Piala Dunia 2026: Ngeri Hadapi Lini Depan Prancis, Pelatih Irak Berkelakar Ingin Pasang 3 Kiper
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN