Suara.com - Filosofi sepak bola Barcelona lebih kuat ketimbang Real Madrid. Hal itu dinyatakan eks Presiden Real Madrid, Ramon Calderon.
Menurut Calderon, hal itu terjadi di era Johan Cruyff. Saat melatih Barcelona di tahun 1988 hingga 1996, Cruyff meletakkan pondasi dari bentuk permainan Barcelona saat ini.
Sementara Real Madrid sibuk gonta ganti pelatih sehingga bentuk permainan Los Galacticos tidak pernah berkembang seperti Barcelona saat ini.
Menurut Calderon, jika pergantian pelatih terus terjadi di Santiago Bernabeu maka Madrid beresiko kembali dipermalukan Barcelona di laga clasico. Seperti diketahui, November kemarin Madrid dilucuti Barcelona dengan empat gol tanpa balas di Bernabeu.
"Kami (Madrid) selalu mengganti pelatih tanpa kriteria, tanpa rencana terlebih dulu. Dan sepanjang itu terjadi, kami harus mengakui Barcelona melakukan hal berbeda yang jauh lebih baik dari kami," tukas Calderon.
"Barcelona, sejak era Cruyff di tahun 80-an, mengembangkan sebuah gaya bermain dan semua orang melihat hal itu. Semuanya komitmen saat melalui musim yang baik ataupun buruk. Tapi pada akhirnya mereka berpegang teguh pada sebuah rencana dan ide," jelasnya.
"Sementara di Real Madrid, hal itu tidak terjadi karena Florentino Perez hanyalah operator. Jika kita tidak segera mengubah hal itu maka kita akan kembali menyaksikan kekalahan 4-0 saat menghadapi Barcelona," tambahnya.
"Di bawah kepemimpinan presiden ini (Perez) sebanyak 10 pelatih datang dan pergi dalam 10 tahun terakhir. Ini adalah hal yang mustahil yang akan anda temui di klub-klub besar lainnya," tambahnya lagi. (Soccerway)
Berita Terkait
-
Isu Panas Real Madrid: Vinicus Jr Cemburu Berat Gaji Lebih Kecil Dibanding Mbappe
-
Manchester United Terlempar dari 5 Besar Klub Terkaya Dunia, Real Madrid Raup Lebih dari Rp21 T
-
Persaingan ke 16 Besar Makin Panas, Intip Klasemen Liga Champions 2025/2026
-
Empat Klub Resmi Tersingkir dari Liga Champions, Drama Matchday Terakhir Segera Dimulai Januari Ini
-
Nasib Barcelona Ditentukan Pekan Depan, Flick Minta Pemain Habis-habisan Lawan Copenhagen
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cerita Legenda Liverpool Jatuh Miskin, Investasi Kopi Berujung Utang Rp30 Miliar
-
Persija Belum Tentu Mainkan Dua Pemain Asing Baru? Ini Kata Mauricio Souza
-
Kecintaan Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein kepada Sang Kakek yang Kelahiran Medan
-
Ribuan Fans Manchester United Siap Turun ke Jalan, Tuntut Sir Jim Ratcliffe Angkat Kaki
-
Marcel Desailly Peringatkan Chelsea, Cole Palmer Bisa Hengkang Jika Ambisi Tak Sejalan
-
Eks Bomber Chelsea Diego Costa Sindir Antonio Conte, Puji Setinggi Langit Jose Mourinho
-
Statistik Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein Pemain Keturunan Indonesia
-
Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik
-
Mandul di Premier League, Anthony Gordon Pecahkan Rekor 23 Tahun Alan Shearer di Liga Champions
-
Gagal Dapatkan Manuel Ugarte, Ajax Alihkan Bidikan ke Gelandang Arsenal Christian Norgaard