Suara.com - Bek Atletico Madrid Filipe Luis mengecam kartu merah yang diberikan wasit kepada Fernando Torres. Namun Luis mengaku masih beruntung gawang skuatnya hanya kebobolan dua gol dari Barcelona
Torres lebih dulu mencetak gol guna membawa Atletico memimpin di babak pertama saat bertandang ke Camp Nou. Namun tak lama berselang Torres harus keluar karena mendapat dua kartu kuning
Barca pun memanfaatkan situasi ini dan Luis Suarez mencetak dua gol kemenangan Barca. Filipe Luis merasa bahwa keputusan wasit tersebut harus dibayar mahal oleh skuatnya.
"Kartu merah itu benar-benar tidak adil, itu pelanggaran kedua dan kartu keduanya. Tapi itu tidak mudah untuk bermain melawan Barca di Liga Champions," kata Filipe Luis.
"Kami harus melakukan pertandingan epik. Kami masih memiliki pertandingan kedua jadi kami harus menghidupkan peluang itu," ujarnya.
"Mereka mencetak dua gol dan memenangkan laga, mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Kami mencoba untuk bertahan tapi kami tahu itu benar benar sulit. Mereka punya banyak peluang. Untungnya mereka hanya mencetak dua gol," tukas Luis. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Rapor Pemain Barcelona Menang 3-1 atas Atletico Madrid di Liga Spanyol
-
Hasil Barcelona vs Atletico Madrid: Gol Ferran Torres Jadi Pembeda, Blaugrana Menang Tipis 1-0
-
Xavi Hernandez Kesal Laga Barcelona vs Atletico Madrid Kick-off Sore Hari, Ini Alasannya
-
Link Live Streaming Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Spanyol Malam Ini
-
8 Striker yang Dilewati Erling Haaland, Semua Tak Berkutik, Torres Hingga Raheem Sterling
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan