Suara.com - Tim sepak bola Persija Jakarta berganti kostum menjadi dominan merah sebagai warna utama seragam resminya saat pertandingan kandang.
"Mulai turnamen Trofeo Persija 2016 hingga ke depannya, kami akan mengganti warna kostum kandang menjadi merah," kata Asisten Pelatih Persija Jakarta Jan Saragih saat jumpa pers di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan warna tersebut merupakan warna kejayaan Persija ketika didirikan pada 1987, sehingga manajemen mempertimbangkan keputusan kostum tersebut.
Persija Jakarta secara resmi kembali menggelar turnamen segitiga bertajuk Trofeo Persija yang akan digelar pada Sabtu (9/4).
Ketua Panitia Pelaksana Hanifditya mengatakan Persija sebagai tuan rumah akan menghadapi Bali United dan PSM Makassar untuk laga akbar yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pada turnamen sebelumnya, ajang ini selalu memunculkan kejutan. Contohnya tahun lalu, untuk kali pertama, tiga tim yang berpartisipasi pada turnamen segitiga ini, yakni Persija, Arema, dan Sriwijaya FC dinobatkan sebagai juara.
Panitia penyelenggara membagi tiket hanya dua kategori, yakni ekonomi dan VIP. Untuk kategori ekonomi dibanderol dengan harga Rp50.000, sedangkan VIP Rp100.000.
"Ada empat loket tiket di GBK pada hari H yaitu loket Albina, loket depan KONI, loket depan TVRI, dan loket Istora Senayan. Pembelian dibuka mulai pukul. 12.00 WIB," kata Hanifditya.
Peraturan sistem trofeo diadaptasi dari sebuah turnamen pramusim di Liga Itali, yang wajib dijalani adalah tim tiap laga hanya menjalani pertandingan selama 45 menit, bukan 2x45 menit sebagaimana pertandingan biasa.
Kemudian, tidak ada pertambahan waktu atau extra time, apabila hasil pertandingan draw atau seri, maka akan dilanjutkan adu penalti. Untuk pergantian pemain, setiap tim bebas melakukannya tanpa batas.
Jika dalam 45 menit menang maka poin yang didapat adalah tiga, tetapi jika kalah maka tidak mendapat poin.
Namun jika menang dalam adu penalti, maka mendapat dua poin dan jika kalah dalam adu penalti akan mendapat satu poin.
Dari ketiga tim, jika ada tim yang mencapai poin sama, maka akan dianggap sebagai juara bersama. (Antara)
Berita Terkait
-
John Herdman Puji Kualitas Teknis Rayhan Hannan, Begini Kata-katanya
-
Panggilan Timnas Indonesia Jadi Momentum Rayhan Hannan Unjuk Kualitas di SUGBK?
-
Allano Lima Tinggalkan Persija Jakarta, Minta Maaf Gagal Persembahkan Gelar Juara
-
Witan Sulaeman Buka Suara Usai Disebut Bakal Gabung Garudayaksa FC
-
Rizky Ridho hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI usai Duel Panas
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Kenapa John Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat?
-
Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Oman, Saatnya Garuda Samakan Kedudukan Sejarah
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Okto Maniani Ingatkan Pemain Lokal yang Ingin Bela Timnas Indonesia
-
Bangkok United Lepas Tujuh Pemain, Bagaimana Nasib Pratama Arhan?
-
Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya
-
Bruno Moreira Resmi Tinggalkan Persebaya, Siap Lanjutkan Karier di Luar Indonesia
-
Kronologis Kasus Sardar Azmoun Hingga Dicoret dari Timnas Iran