Suara.com - Penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane bertekad membuktikan bahwa pihak-pihak yang meragukannya melakukan kekeliruan, setelah start lambat di musim ini telah memicu pemain internasional Inggris itu menuju puncak daftar pencetak gol pada musim yang menakjubkan bagi sang pemain serta klubnya.
Kane mencetak 31 gol pada tahun lalu, namun dirinya menjadi subyek pemberitaan buruk ketika ia hanya mengemas satu gol dari 13 penampilannya untuk pasukan Mauricio Pochettino musim ini.
Bagaimanapun, pemain 22 tahun ini segera menemukan kembali sentuhannya untuk mencetak gol, dan kini merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Inggris dengan 24 gol ketika tim peringkat kedua Spurs meneruskan upaya mereka untuk mengakhiri penantian 55 tahun terhadap gelar kompetisi tertinggi.
"Terdapat banyak omongan pada awal musim. Itu memicu keinginan saya untuk membuktikan bahwa mereka keliru dan saya telah melaluinya dan melakukannya. Itu tidak berhenti di sini bagi saya," kata Kane kepada media Inggris.
"Ini bukan masalah: "Ok, saya gembira di mana saya berada." Saya ingin melaju dan mendapatkan lebih banyak gol, menciptakan peluang-peluang saya untuk tim dan melakukan yang terbaik untuk Tottenham Hotspur." Tottenham mengurangi defisit terhadap pemuncak klasemen Liga Inggris menjadi lima angka, setelah menang 4-0 atas Stoke City pada Senin, namun Kane mencermati bahwa klub London utara itu kemungkinan perlu memenangi seluruh pertandingan tersisa untuk menyingkirkan "The Foxes" dalam persaingan perebutan gelar.
"Hal yang dapat kami lakukan adalah terus melakukan apa yang kami kerjakan. Kami harus memenangi pertandingan-pertandingan tersisa. Kami ingin memenangi keempatnya dan kemudian kami akan bergerak dari sana," kata Kane.
"Leicester memiliki beberapa pertandingan berat di depannya. Mereka berada di kursi depan. Hal yang dapat kami lakukan adalah tetap memenangi pertandingan-pertandingan kami... Saya yakin kami akan mendorong mereka sepanjang jalan." Spurs akan menjamu tim peringkat ke-14 West Browmich Albion di White Hart Lane pada Senin, setelah Leicester berhadapan dengan tim peringkat ke-15 Swansea City di Stadion King Power sehari sebelumnya. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Torehkan 11 Gol, Harry Kane Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris di Piala Dunia
-
Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
5 Fakta Menarik Inggris Ditahan Ghana, Rekor Penguasaan Bola Tak Berbuah Kemenangan
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam