Suara.com - Setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menandatangani surat keputusan (SK) pencabutan pembekuan PSSI pada Selasa (10/5/2016) malam, Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan menilai tugas berat kini berada di pihaknya.
"Saya setuju (sanksi) dicabut, sekarang tugas berat ada di pundak PSSI," ujar Aristo saat diskusi bertajuk 'PSSI Main Bola Lagi' di Foodtopia, Jalan Abdullah Syafi'i, 2 Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2016).
Aristo menjelaskan setelah lebih satu tahun PSSI dibekukan oleh Menpora sudah banyak kerusakan dan kerugian yang terjadi, diantaranya sudah kehilangan event penting, diantaranya seperti pra piala dunia dan piala asia.
"Yang kita harapkan sekarang AFF ini, mudah-mudahan (timnas) bisa berlaga dan mudah-mudahan garuda bisa berprestasi," jelas dia.
Sedangkan kerugian diluar lapangan hijau, Aristo menjelaskan ada beban PSSI yang harus diselesaikan kepada pihak sponsor karena adanya SK pembekuan ketika itu, dan otomatis semua pertandingan dan liga tidak bisa dilakukan.
"Di luar lapangan hijau, pertama hutang-hutang pada pihak ketiga, kita banyak ditgih hutang sana sini, ini tugas berat. Saya setuju ada seperi memikul batu ke gunung bahkan lebih berat lagi," jelasnya.
Diketahui, setelah menpora mencabut SK pembekuan, tak lama diikuti sanksi dari FIFA terhadap PSSI juga telah dicabut. Kini PSSI kata Aristo tengah mempersiapakan diri agar Tim Nasional Indonesia bisa berlaga di Piala AFF 2016 yang akan digelar di Myanmar dan Filipina pada 19 November-17 Desember nanti.
"Mudah-mudahan kita nggak ada polemik lagi, momennya di November 2016, AFF Cup," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT