Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak akan mengintervensi lagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) khususnya terkait klub-klub yang bermasalah, kata juru bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto.
"Soal klub bermasalah, kami tahu diri itu ranahnya PSSI sehingga kami akan membuat regulasi yang tidak ada intervensi," ujar dia di Jakarta, Sabtu.
Untuk itu, tutur dia, dicabutnya sanksi FIFA kepada Indonesia harus menjadi momentum PSSI memperbaiki permasalahan klub, seperti dualisme dan masalah manajemen.
Ia memastikan Kemenpora akan tetap mengawasi PSSI dalam usaha melakukan perbaikan tata kelola sepak bola Tanah Air.
Sementara itu, terkait pencabutan sanksi FIFA yang melarang PSSI terlibat dalam laga internasional, Gatot menyebut hal itu sebagai kado manis untuk rakyat Indonesia.
Ia berharap ke depan terdapat hubungan yang harmonis antarpemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan mengatakan terdapat sejumlah hal yang harus segera diperbaiki termasuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah agar pembekuan yang berlangsung hampir satu tahun tidak terulang.
"Sekarang waktunya membenahi sepak bola Indonesia," ujarnya.
FIFA secara resmi mencabut sanksi untuk sepak bola Indonesia pada awal pelaksanaan Kongres FIFA di Meksiko, Jumat (13/5).
Dengan adanya pencabutan sanksi dari federasi sepak bola dunia itu, sepak bola Indonesia dipastikan tidak dikucilkan lagi dari kancah internasional. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT