Suara.com - Pelatih dan manajemen Madura United FC terpaksa mengambil kebijakan menggelar latihan malam hari selama bulan suci Ramadhan 1437 Hijriah karena banyak pemain yang menjalankan ibadah puasa.
"Kami memahami banyak pemain masih harus jalani ibadah mereka, utamanya yang Muslim. Arahan dari manajemen juga memang memberikan kesempatan kepada pemain Muslim untuk melaksanakan ibadah," kata pelatih Madura United Gomes De Oliviera di Pamekasan, Rabu (8/6/2016).
Kebetulan, sambung dia, semua pertandingan akan digelar pada malam hari, sehingga tidak salah jika latihan digelar setelah mereka selesai ibadah shalat tarawih.
Selama bulan suci Ramadhan ini, MU akan menjalani empat kali pertandingan dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC). Tiga diantaranya adalah pertandingan kandang.
Keempat laga itu adalah meladeni Persiba Balikpapan (13/6), Bali United (20/6), Bhayangkara Surabaya United (25/6), dan Mitra Kutai Kukar (2/7).
Semenatra itu pemilik klub Madura United Achsanul Qosasi menyatakan sepak bola memang menuntut disiplin tinggi. Namun demikian, tidak harus menggugurkan keinginan pemain untuk menunaikan ibadah selama Ramadhan.
Saling menghormati perbedaan latar belakang pemain harus disikapi dengan bijaksana oleh manajemen, pelatih maupun suporter.
"Saat bulan puasa seperti ini, klub dituntut memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga bisa mengakomodasi kepentingan semua pemain dan klub," katanya.
Selama Ramadhan, latihan MU digelar setelah shalat tawarih, yakni mulai pukul 21.30 WIB.
Manajer Madura United Haruni Soemitro menilai latihan malam hari akan sangat baik bagi pemain, karena empat pertandingan yang akan digelar selama Ramadhan ini pada malam hari.
"Selain itu, pemain muslim kan masih punya kesempatan untuk shalat tarawih," katanya.
Klub kebanggaan masyarakat Madura tersebut, kini berada di peringkat kelima dengan nilai delapan, hasil dua kali menang, dua kali seri dan sekali kalah.
"Kami menargetkan empat laga yang akan dijalani MU saat Ramadhan ini, semuanya menang," harap Haruna. (Antara)
Berita Terkait
-
Madura United Rekrut Pelatih asal Portugal untuk Hadapi BRI Super League 2026/2027
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi
-
Tutup Laga Kandang dengan Kemenangan, Ini Ucapan Berkelas Pelatih PSIM Yogyakarta
-
Jadwal Pekan Pamungkas Super League 2025/2026: Gelar Juara Persib Bisa Melayang
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola
-
Timnas Uruguay Alami Keterlambatan Pesawat Parah Menjelang Laga Perdana Melawan Arab Saudi
-
Arab Saudi vs Uruguay: Georgios Donis Bidik Kejutan Besar di Piala Dunia 2026
-
Virgil van Dijk Jadi Sorotan usai Jepang Bikin Timnas Belanda Gagal Menang
-
Pakai Cara Tak Biasa, Instruksi Taktik Hajime Moriyasu di Laga Belanda Vs Jepang Viral
-
FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
-
Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?