Suara.com - Arjen Robben tampaknya belum melupakan masa-masa manis saat bersama Louis van Gaal di Bayern Munich. Meski sudah 5 tahun 3 bulan 7 hari berlalu sejak van Gaal dipecat pada 10 April 2011, namun Robben tidak bisa menghilangkan jasa besar sang eks pelatih di Bayern.
Bahkan, Robben menyebut van Gaal sebagai peletak dasar kesuksesan yang diraih Munich sepeninggal kompatriotnya asal Belanda itu. Menurutnya, kesuksesan yang diraih pelatih sesudahnya tak terlepas dari pengaruh yang telah ditanamkan van Gaal di Bayern.
Van Gaal menangani FC Hollywood dari 1 Juli 2009 hingga 10 April 2011 dan mempersembahkan satu trofi Bundeseliga Jerman, Piala Jerman, dan Piala Super Jerman.
Bayern kemudian menemukan kejayaannya saat ditangani Juup Heynckes, dimana yang paling populer adalah saat meraih treble winners--Liga Jerman, Piala Jerman, dan Liga Champions di musim 2012/13.
Setelah itu posisi Heynckes digantikan Pep Guardiola yang diantaranya mempersembahkan tiga trofi beruntun Liga Jerman sebelum entrenador Spanyol itu memutuskan menerima tantangan melatih di Inggris bersama Manchester City musim depan.
"Saya pikir perkembangan positif yang diraih klub dan tim saat ini telah dimulai sejak di bawah asuhan van Gaal. Cara dia menerapkan strategi adalah dengan sepakbola menyerang," kata Robben kepada ESPN.
"Dan setelah itu Heynckes mengembangkannya. Setiap pelatih yang menangani Bayern setelahnya sedikitnya turut mendapat pengaruh dari cara kerja van Gaal. Itulah yang kami lihat dalam beberapa tahun terakhir ini," lanjut Robben.
"Heynckes sangat fokus pada detail, Guardiola sedikit berbeda, dan (Carlo) Ancelotti--pelatih baru Bayern--pastinya juga akan berbeda. Tapi, tidak akan ada perbedaan yang terlalu besar. Hanya akan ada sedikit beberapa perubahan," pungkas eks pemain Real Madrid dan Chelsea ini. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti