Suara.com - Pelatih Barcelona Luis Enrqiue mengaku tidak khawatir dengan apa yang terjadi pada Lionel Messi. Ia juga berharap yang terbaik atas keputusan bintangnya tersebut pensiun dari karir internasionalnya.
Messi telah divonis bersalah atas kasus penggelapan pajak oleh pengadilan di Spanyol mencapai 4,1 juta euro atau setara Rp 59 miliar. Dia divonis hukuman penjara 21 bulan beserta denda sebesar 2 juta Euro.
Pemain berusia 29 tahun itu pun sedang merasa terpukul menyusul kegagalannya membawa tim Argentina meraih Copa America. Messi pun menyatakan mundur dari karir internasionalnya setelah kalah dari Cile di final.
"Dia tampak selalu tetap sama," ungkap Luis Enriue. "Dia sedang libur panjang karena Copa America namun saya tidak meragukan bahwa dia akan datang masuk pra musim, selalu."
"Habitatnya adalah di lapangan sepak bola, dengan rekan setim di sekitarnya. Dia bermain untuk klub dan jerseynya. Saya tidak terlalu khawatir dengan situasi dia," ujarnya.
Fans Argentina sedang berjuang untuk meminta Messi berubah pikiran agar membatalkan pensiunnya. Sementara Luis Enrique pun tidak terlalu tertarik untuk membicarakan soal keputusan Messi.
"Waktu akan memberitahu jika dia terus bersama tim Argentina," kata Luis Enrique. "Sebagai pelatih Barca, saya terbuka untuk segala kemungkinan. Sebagai fans sepakbola, saya berharap untuk yang terbaik." (Scoresway)
Berita Terkait
-
Hasil Undian Liga Champions 2026-2027: PSG vs Barcelona dan Man City, Real Madrid Ditantang Arsenal
-
Krisis Striker Barcelona, Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9
-
Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia! Tim Muda Laos Jungkalkan Barcelona
-
Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang