Suara.com - Federasi sepak bola dunia (FIFA) sedang mempertimbangkan untuk menambah jumlah peserta putaran final Piala Dunia, dari yang saat ini hanya berjumlah 32 tim menjadi 40 bahkan 48 negara. Perubahan ini rencananya digulirkan mulai Piala Dunia 2026.
"Berdasarkan diskusi dalam sebuah semangat positif, Piala Dunia 2026 mungkin akan berubah menjadi sebuah kompetisi berformat 40 atau 48 tim," demikian bunyi pernyaan resmi FIFA pada Jumat (14/10/2016).
FIFA mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus mempelajari opsi-opsi alternatif dan keputusan akhir soal perubahan format ini akan disampaikan pada pertemuan pada bulan Januari tahun depan.
Pada tengah pekan ini Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa para elit di organisasi itu mendukung perubahan format itu dan yakin penambahan jumlah peserta akan membuat turnamen empat tahunan itu akan semakin populer di dunia.
Infantino juga mengatakan bahwa penambahan peserta Piala Dunia akan dipertimbangkan semata-mata demi alasan yang berhubungan dengan olahraga, bukan karena politik atau finansial.
Adapun Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia dan Piala 2022 sudah ditetapkan di Qatar. Sementara keputusan lokasi Piala Dunia 2026 baru akan diputuskan pada Januari. (ESPN)
Berita Terkait
-
Bikin Merinding! No Na Nyanyikan Tanah Airku Rayakan HUT RI, Diminta Dibawakan Saat FIFA ASEAN Cup
-
Dua Pemain Keturunan Indonesia Kirim Ucapan Menyentuh HUT RI 81
-
Ngebet Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh Mau Jadikan Timnas Indonesia Target Pemanasan
-
Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!