Suara.com - Penyerang Everton Romelu Lukaku harus meninggalkan Everton untuk mencapai potensi sepenuhnya, kata manajer The Toffees Ronald Koeman.
Pemain internasional Belgia berusia 23 tahun itu bergabung dengan klub Liga Inggris tersebut sebagai pemain pinjaman dari Chelsea pada 2013, namun ia dipermanenkan oleh Everton dengan kesepakatan senilai 28 juta pada 2014.
Media Inggris melaporkan bahwa Lukaku meminta untuk ditransfer tahun ini, namun ia tetap bertahan di Goodison Park dan telah mencetak tujuh gol di liga musim ini.
"Potensinya lebih hebat dan lebih besar daripada Everton sebagai destinasi akhir," kata Koeman.
"Jika Romelu bermain di Everton sampai akhir karirnya, saya tahu ia menyia-nyiakan sesuatu," tambah pria asal Belanda itu.
"Saya memberi kepercayaan diri kepadanya dan ia menyadari hal itu bagus untuk perkembangannya untuk bermain setahun lagi di Everton. Apa yang terjadi setelah musim ini selesai, tidak seorang pun tahu." Koeman mengaitkan Lukaku dengan mantan penyerang Belanda Patrick Kluivert, yang ia latih di Barcelona.
"Kluivert juga merupakan penyerang yang masih cukup muda ketika ia berada dalam gambaran dan memiliki karir fantastis. Akhirnya, Kluivert bermain untuk Barcelona yang dapat terjadi juga pada Lukaku," tutur Koeman.
"Lukaku dapat menahan bola dan menjadi target man dan karena ia tinggi dan secara fisik kuat, Anda dapat bermain langsung dengan bola panjang." Lukaku, yang memulai karirnya dengan Anderlecht sebelum bergabung dengan Chelsea pada 2011, telah mencetak 17 gol dari 52 penampilan internasional. (Antara)
Berita Terkait
-
Protes Ala Romelu Lukaku: Tiru Joget Gemoy Trump hingga Tatap Tajam Infantino
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
-
Romelu Lukaku Sanjung Karakter Kuat Belgia, Setan Merah OTW Tembus Final?
-
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Wacana Riau Dimekarkan Bernama Riau Pesisir atau Provinsi Siak Indrapura
-
Amnesty Internasional: Korupsi Batu Bara 'Blackout' Langgar Hak Hidup Layak Masyarakat
-
Viral karena Nyungsep di Panggung Wisuda: Antara Niat Selfie dan Hilangnya Etika?
-
7 Moisturizer Ceramide Terbaik yang Nyaman Dipakai Pagi dan Malam
-
Suasana Batin Kelas Menengah: Gaji Numpang Lewat, Mau Hemat Tapi Makin Tak Selamat
-
9 HP Murah Baterai 6000 mAh, Awet Dipakai Seharian Mulai Rp1 Jutaan
-
Review Ride or Die: Sajikan Plot Twist Menarik tentang Pembunuh Bayaran
-
Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
Pembahasan Terus Berjalan di Komisi III DPR, RUU Perampasan Aset Sudah Masuk Pembahasan Batang Tubuh