Suara.com - Manajer tim Wales Chris Coleman mengungakpkan bahwa para pemainnya merasa kekecewaan besar setelah ditahan Serbia 1-1. Coleman merasa bahwa skuatnya lebih pantas menang dalam laga tersebut.
Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Cardiff, Wales sempat memimpin lewat gol Gareth Bale di babak pertama. Namun Aleksandar Mitrovic menyamakan kedudukan di saat laga tersisa lima menit.
Wales sempat memiliki beberapa peluang salah satunya dari tendangan Bale masih membentur tiang gawang. Coleman pun menyayangkan peluang yang terbuang skuatnya.
"Kami membentur tiang gawang di satu akhir, bola memantul diantara dua pemain kami, mereka menembak ke tiang gawang kami dan bergerak ke dalam," ungkap Coleman seperti dilansir BBC Sport.
"Tapi, terlepas dari satu penyelamat Wayne Hennessey di babak pertama, saya tidak ingat banyak aksi. Saya sangat senang dengan para pemain. Saya pikir kami tidak cukup untuk memenangkan poin."
"Kami harus bermain menghadapi [Republik] Irlandia dua kali. Mereka adalah tim yang menetapkan standar tinggi. Sangat menarik, itu fantastis."
"Jika kami telah mengalahkan Georgia kemudian merauh poin malam ini maka OK, kami akan berada di jalur. Para pemain benar-benar hancur," tukas Coleman. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Eks Arsenal Aaron Ramsey Resmi Pensiun di Usia 35 Tahun, Akhiri Karier Panjang di Sepak Bola
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini
-
Gareth Bale Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Real Madrid: Bukan Soal Taktik, tapi...
-
4 Momen Paling Panas Liverpool vs Real Madrid: Dari Salto Bale hingga Balas Dendam di Anfield
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?