Bola / Liga Spanyol
Rabu, 21 Januari 2026 | 21:35 WIB
Pemain Wales, Gareth Bale, saat latihan dengan klubnya. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Gareth Bale menyatakan pemecatan Xabi Alonso wajar karena standar hasil instan Real Madrid sangat tinggi.
  • Bale menilai kesuksesan taktik saja tidak cukup; mengelola ego pemain bintang Madrid adalah kunci penting.
  • Mantan pemain lain sepakat bahwa tekanan di klub besar seperti Madrid mengharuskan pencapaian instan, bukan proses.

Suara.com - Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid masih menjadi perbincangan hangat.

Kali ini, mantan bintang Los Blancos, Gareth Bale, ikut angkat bicara dan memberikan pandangannya soal kerja singkat Alonso di Santiago Bernabeu.

Berbicara dalam siaran CBS saat laga Tottenham Hotspur kontra Borussia Dortmund, Bale mengaku tak terkejut dengan keputusan manajemen Madrid.

Menurutnya, standar klub raksasa Spanyol itu memang tak memberi banyak ruang bagi pelatih yang gagal menghadirkan hasil instan.

“Saya sangat paham bagaimana Real Madrid bekerja. Jika hasil tidak datang—dan tidak perlu menunggu lama—maka Anda akan tersingkir,” ujar Bale.

Meski demikian, Bale menegaskan bahwa kualitas Xabi Alonso sebagai pelatih tidak perlu diragukan.

5 Alasan Utama Real Madrid dan Xabi Alonso Pisah Jalan di Pertengahan Musim [Instagram]

Ia menyoroti kesuksesan Alonso bersama Bayer Leverkusen, di mana sang pelatih asal Basque mampu mempersembahkan trofi dan membangun tim dengan identitas permainan yang kuat.

Namun, situasinya sangat berbeda ketika menangani Real Madrid.

“Xabi adalah pelatih yang luar biasa. Tapi di Real Madrid, Anda tidak hanya perlu menjadi pelatih. Yang terpenting adalah mengelola ego di ruang ganti,” tegas Bale.

Baca Juga: Sindiran Halus Arne Slot Soal Kabar Xabi Alonso Segera Jadi Manajer Baru Liverpool

Menurut Bale, skuad Madrid dipenuhi pemain bintang yang bisa menentukan pertandingan dalam sekejap, sehingga pendekatan taktik bukan satu-satunya kunci sukses.

“Anda tidak perlu terlalu banyak pekerjaan taktik. Yang Anda butuhkan adalah menenangkan ego-ego besar di dalam tim,” lanjutnya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh sejumlah mantan pemain top lainnya. Thierry Henry, misalnya, menilai tekanan di klub sebesar Real Madrid dan Barcelona sangat brutal.

“Di klub seperti ini, Anda dihakimi bukan dari apa yang sudah Anda lakukan, tapi dari apa yang gagal Anda capai. Fans akan langsung menunjukkan ketidakpuasan mereka,” kata Henry.

Sementara itu, Jamie Carragher mengaku sudah memprediksi masa depan Xabi Alonso sejak pertengahan musim.

Ia menilai sang pelatih datang dengan ide yang jelas, namun tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari ruang ganti.

Load More