Bola / Liga Inggris
Senin, 12 Desember 2016 | 19:32 WIB
Striker Leicester City dan tim nasional Inggris, Jamie Vardy, merayakan golnya ke gawang Manchester City, Sabtu (10/12/2016) [AFP]

Suara.com - Hattrick yang dicetak Jamie Vardy saat membantu Leicester City menang 4-2 atas Manchester City, Sabtu (10/12/2016) atau Minggu dini hari WIB, bukan hanya membawa timnya meraih poin penuh di kandang; King Power Stadium.

Ada makna khusus bagi Vardy atas trigolnya ini. Hattrick ini tidak ubahnya jadi jawaban atas kritikannya yang sebelumnya 'mandul' di 16 laga terakhir The Foxes di semua kompetisi.

Bahkan, menurunnya performa Vardy, yang musim lalu mencetak 24 gol di Liga Inggris, sempat membuatnya mendapat kritikan pedas dari legenda sepakbola Inggris, Michael Owen.

Eks striker Liverpool, Real Madrid, dan Manchester United itu mengatakan, Vardy tidak memiliki naluri mencetak gol alami. Namun, kritikan itu tidak dihiraukan Vardy.

"Saya tidak mendengarkan komentar dia. Silakan saja dia mau berkata apa. Setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya masing-masing," kata Vardy, 29 tahun.

"Saya hanya fokus pada permainan saya, bekerja keras saat latihan dan berharap bisa mencetak gol saat pertandingan berlangsung," lanjut striker tim nasional Inggris ini.

Kemenangan atas The Citizen sendiri mengakhiri 'mimpi buruk' The Foxes yang sebelumnya belum pernah menang di lima laga beruntun di Liga Inggris, yang kini hanya empat poin dari batas akhir zona degradasi.

"Kami fokus pada pertandingan Selasa melawan (AFC) Bournemouth. Saya tidak memikirkan meraih kemenangan beruntun atau semacamnya, kita lihat saja hasilnya nanti," ujar Vardy.

"Tentunya dengan kejadian musim lalu, harapan terhadap kami jadi meningkat. Melawan City kami menunjukkan siapa kami sebenarnya dan apa yang bisa kami lakukan," pungkasnya. (Soccerway)

Baca Juga: Dua Gol Higuain Bawa Juve Menangi "Derby Turin"

Load More