Suara.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia U-22, Luis Milla Aspas memberikan porsi yang beda ke beberapa pemain di hari kedua tahap seleksi pertama di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, Rabu (22/2/2017).
Para pemain yang dipisahkan itu adalah mereka yang klubnya lolos ke babak 8 Besar Piala Presiden 2017. Mereka dipisahkan agar tetap bisa menjaga stamina untuk membela klubnya nantinya.
Pemain yang dipisahkan pola latihannya, diantaranya Febri Hariadi dari klub Persib Bandung dan Gianluca Claudio Pandeynuwu yang bermain di klub Pusamania Borneo FC.
"Tadi ada beberapa pemain sekitar tiga pemain yang dipisahkan. Itu biar tenaga mereka tidak terkuras, biar bisa main buat klubnya yang lolos di Piala Presiden," kata Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti, di Lapangan SPH Karawaci, Rabu (22/2/2017).
Hingga hari kedua, Bima mengungkapkan Luis Milla sangat senang melihat antusiasme para pemain dalam menjalankan program latihan.
"Pelatih Milla sangat senang melihat antusias para pemain. Intinya dia ingin melihat para senang dan bahagia dalam melakukan latihan," tambahnya.
Rencananya, jajaran pelatih timnas akan mengadakan game internal pada latihan terakhir, Kamis (23/2/2017) besok. Namun, pertandingan uji coba besok tidak akan berlangsung full selama 90 menit.
"Buat besok ada internal game, mungkin ada dua babak. Satu babak hanya 30 menit saja," ujarnya.
Seleksi ini sendiri dilakukan untuk membentuk skuat inti timnas Indonesia U-22 yang akan diturunkan pada ajang SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca Juga: Taklukkan Monaco, Guardiola Bongkar Rahasia Kemenangan City
Tidak hanya sampai di situ, mereka juga dipersiapkan untuk berlaga pada kancah yang lebih besar lagi, yakni Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana