Suara.com - Striker Leicester City Jamie Vardy mengaku dirinya mendapatkan ancaman mati. Hal itu menyusul dugaan bahwa Vardy memiliki peran sehingga pihak klub Leicester memutuskan untuk memecat manajer Claudio Ranieri.
Ranieri memimpin Leicester meraih prestasi bersejarah setelah meraih juara Premier League musim lalu. Namun pelatih asal Italia ini dipecat setelah juara bertahan ini gagal mengulangi performanya di musim lalu.
Kabarnya, Vardy ada diantara para pemain yang meminta untuk Ranieri pergi. Meski striker internasional Inggris ini telah membantah kabar itu namun dia dan keluarga telah menjadi target kemarahan fans.
"Cerita ini ada di luar sana, kemudian orang-orang mengambilnya dan melompat di atasnya dan Anda mendapatkan ancaman mati tentang keluarga, anak-anak, semuanya," ungkap Vardy.
"Ancaman berada di media sosial, berjalan menyusuri jalan, Anda disebut," ujarnya.
"Saya mencoba menghadapi itu namun ketika orang mencoba untuk memotong istrimu sementara dia mengemudi bersama dengan anak-anak di mobil itu bukan yang terbaik. Ini telah terjadi banyak kali. Hal itu menakutkan," keluhnya.
Vardy juga kembali menegaskan dia tidak melakukan apapun atas pemecatan Ranieri. "Cerita-cerita itu cukup menyakitkan. Banyak tuduhan palsu yang dilemparkan di luar sana dan kami tidak ada , sebagai pemain, bisa melakukan hal itu," tambahnya. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Tinggalkan Klub Emil Audero, Jamie Vardy: Latihannya Lari-lari Terus
-
Kasper Schmeichel Pensiun, Cedera Bahu Akhiri Karier Sang Legenda Denmark
-
Jamie Vardy Tinggalkan Cremonese Usai Degradasi ke Serie B Italia
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Ranieri Buka Peluang Tangani Timnas Italia, Opsi Duet dengan Allegri Menguat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung