- Jamie Vardy resmi meninggalkan klub Cremonese setelah gagal menghindari degradasi dari Serie A pada musim kompetisi 2025/2026.
- Vardy menyatakan tidak akan kembali berkarier di Italia karena kesulitan beradaptasi dengan budaya sepak bola serta metode latihan.
- Keputusan Vardy meninggalkan Italia dipicu oleh dampak negatif terhadap keluarganya selama menjalani musim kompetisi di luar negeri.
Suara.com - Mantan penyerang Leicester City, Jamie Vardy, mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan selama menjalani musim 2025/2026 bersama Cremonese di Serie A. Vardy bahkan menegaskan tidak memiliki rencana untuk kembali bermain di Italia setelah kontraknya berakhir.
Pemain berusia 39 tahun itu bergabung dengan Cremonese secara gratis pada musim panas tahun lalu setelah mengakhiri pengabdiannya selama 13 tahun bersama Leicester City.
Sepanjang musim 2025/2026, Vardy mencatatkan tujuh gol dan tiga assist dari 29 penampilan di Serie A. Namun kontribusinya gagal menyelamatkan Cremonese dari degradasi setelah klub tersebut finis di posisi ke-18 klasemen.
Dalam podcast pribadinya yang bertajuk Jamie Vardy's Having a Party, Vardy mengaku kepindahannya ke Italia menjadi tantangan besar, terutama bagi keluarganya.
"Senang sekali bisa kembali ke rumah. Anak-anak sebenarnya sudah lebih dulu kami pulangkan ke Inggris. Itu benar-benar sulit," kata Vardy.
Vardy mengungkapkan dirinya merasa bersalah karena harus memindahkan anak-anaknya dari lingkungan sekolah dan kehidupan yang sudah mereka jalani di Inggris. Karena alasan itu, keluarganya bahkan kembali ke Inggris sebelum musim bersama Cremonese berakhir.
Selain faktor keluarga, Vardy juga menyoroti metode latihan dan budaya sepak bola di Italia yang menurutnya sangat berbeda dengan yang ia rasakan selama berkarier di Inggris.
"Dibandingkan di Inggris, permainan di sana jauh lebih lambat dan lebih defensif," ujarnya.
Ia juga mengkritik intensitas latihan yang diterapkan klub-klub Italia.
Baca Juga: Gagal Dapatkan Alisson, Juventus Alihkan Bidikan ke Emiliano Martinez
"Latihannya terus-menerus lari, lari, lari. Saat pertandingan datang, Anda sudah benar-benar kehabisan tenaga. Rasanya tidak ada lagi yang bisa diberikan. Dan itu bukan hanya saya, tetapi hampir semua tim," kata Vardy.
Vardy turut menyoroti besarnya pengaruh direktur olahraga dalam pengambilan keputusan di klub-klub Italia.
"Di sana direktur olahraga ikut menentukan segalanya. Benar-benar segalanya. Itu gila," ujarnya.
Sebagai contoh, Vardy menceritakan pengalaman saat Cremonese meraih kemenangan 3-1 atas Bologna setelah tim mendapat satu hari libur usai pertandingan sebelumnya.
"Saya berpikir, kalau berhasil, ya lanjutkan saja pola itu. Tetapi menjelang pertandingan berikutnya melawan Pisa, kami justru berlatih setiap hari karena dianggap laga yang sangat penting. Akhirnya kami kalah," kata Vardy.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan indikasi bahwa mantan striker tim nasional Inggris itu tidak tertarik melanjutkan kariernya di Italia dan akan mencari tantangan baru setelah meninggalkan Cremonese.
(Antara)
Berita Terkait
-
Gagal Dapatkan Alisson, Juventus Alihkan Bidikan ke Emiliano Martinez
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?
-
1248 Pemain di Piala Dunia 2026: Manchester City Penyumbang Terbanyak di 12 Negara
-
Raja Menit Bermain: 3 Penggawa Timnas Indonesia dengan Jam Terbang Tertinggi di Eropa
-
Jelang Gabung Timnas Indonesia, Dua Penjaga Gawang Senasib Alami Degradasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Juventus Berhasrat Boyong Rekan Duet Jay Idzes
-
Ruben Amorim Masuk Daftar Kandidat Pelatih Incaran AC Milan
-
Afrika Selatan Harapkan Keberuntungan saat Hadapi Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
-
Hajar Kamboja 4-0, Thailand Segel Tiket Final Piala AFF U-19 2026
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia
-
Cetak Sejarah, Matt Garbett Bangga Perkuat Selandia Baru di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Sebut Declan Rice Bakal Gendong Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Wajib Waspada, Ini Tiga Pemain Berbahaya Meksiko